<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hanikami Oji's Blog</title>
	<atom:link href="http://hanikamioji.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hanikamioji.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2009 10:48:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hanikamioji.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hanikami Oji's Blog</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hanikamioji.wordpress.com/osd.xml" title="Hanikami Oji&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hanikamioji.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN BRONCHOPNEUMONI</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-bronchopneumoni/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-bronchopneumoni/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-bronchopneumoni/</guid>
		<description><![CDATA[A. KONSEP DASAR 1. Pengertian Bronchopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak Infiltrat (Whalley and Wong, 1996). Bronchopneumina adalah frekwensi komplikasi pulmonary, batuk produktif yang lama, tanda dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernapasan meningkat (Suzanne G. Bare, 1993). Bronchopneumonia disebut juga pneumoni lobularis, yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=56&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="line-height:150%;"><span lang="IN">A.<span> </span>KONSEP DASAR</span></h3>
<h1 style="text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengertian </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Bronchopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak Infiltrat (Whalley and Wong, 1996).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Bronchopneumina adalah frekwensi komplikasi pulmonary, batuk produktif yang lama, tanda dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernapasan meningkat (Suzanne G. Bare, 1993).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Bronchopneumonia disebut juga pneumoni lobularis, yaitu radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri,<span> </span>virus,<span> </span>jamur dan benda-benda asing (Sylvia Anderson, 1994).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang disebabkan oleh bakteri,virus, jamur dan benda asing.</span></p>
<h4 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Etiologi</span></h4>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Bakteri : Diplococus Pneumonia, Pneumococcus, Stretococcus Hemoliticus Aureus, Haemophilus Influenza, Basilus Friendlander (Klebsial Pneumoni), Mycobacterium Tuberculosis. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Virus<span> </span>: Respiratory syntical virus, virus influenza, virus sitomegalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jamur : Citoplasma Capsulatum, Criptococcus Nepromas, Blastomices Dermatides, Cocedirides Immitis, Aspergillus Sp, Candinda Albicans, Mycoplasma Pneumonia. Aspirasi benda asing.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Faktor lain yang mempengaruhi timbulnya Bronchopnemonia adalah daya tahan tubuh yang menurun misalnya akibat malnutrisi energi protein (MEP), penyakit menahun, pengobatan antibiotik yang tidak sempurna.</span></p>
<h4 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Fatofisiologi</span></h4>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Bronkopneumonia merupakan infeksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh virus penyebab Bronchopneumonia yang masuk ke saluran pernafasan sehingga terjadi peradangan broncus dan alveolus. Inflamasi bronkus ditandai adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produktif, ronchi positif dan mual. Bila penyebaran kuman sudah mencapai alveolus maka komplikasi yang terjadi adalah<span> </span>kolaps alveoli, fibrosis, emfisema dan atelektasis.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Kolaps alveoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan napas ronchi. Fibrosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru dan penurunan produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga fleura. Emfisema (tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru) adalah tindak lanjut dari pembedahan. Atelektasis mngakibatkan peningkatan frekuensi napas, hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan mengakibatkan terjadinya gagal napas. Secara singkat patofisiologi dapat digambarkan pada skema proses. <strong></strong></span></p>
<h4 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Manifestasi klinis</span></h4>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Biasanya didahului infeksi traktus respiratorius bagian atas. Penyakit ini umumnya timbul mendadak, suhu meningkat 39-40<sup>O</sup> C disertai menggigil, napas sesak dan cepat, batuk-batuk yang non produktif “napas bunyi” pemeriksaan paru saat perkusi redup, saat auskultasi suara napas ronchi basah yang halus dan nyaring.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Batuk pilek yang mungkin berat sampai terjadi insufisiensi pernapasan dimulai dengan infeksi saluran bagian atas, penderita<span> </span>batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, anoreksia dan kesulitan menelan.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Pemeriksaan penunjang</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengambilan sekret secara broncoscopy dan fungsi paru untuk preparasi langsung, biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini tidak rutin dilakukan karena sukar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Secara laboratorik ditemukan leukositosis biasa 15.000 – 40.000 / m dengan pergeseran LED meninggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Foto thorax bronkopeumoni terdapat bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus, jika pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Penatalaksanaan </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Kemotherapi untuk mycoplasma pneumonia, dapat diberikan Eritromicin 4 X 500 mg<span> </span>sehari atau<span> </span>Tetrasiklin 3 – 4 mg sehari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Obat-obatan ini meringankan dan mempercepat penyembuhan terutama pada kasus yang berat. Obat-obat penghambat sintesis SNA (Sintosin Antapinosin dan Indoksi Urudin) dan interperon inducer seperti polinosimle, poliudikocid pengobatan simtomatik seperti :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Istirahat, umumnya penderita tidak       perlu dirawat, cukup istirahat dirumah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Simptomatik terhadap batuk.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Batuk yang produktif jangan ditekan       dengan antitusif</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila terdapat obstruksi jalan napas,       dan lendir serta ada febris, diberikan broncodilator.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan, kecuali untuk kasus berat. Antibiotik yang paling baik adalah antibiotik yang sesuai dengan penyebab yang mempunyai spektrum sempit.</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<h4 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Komplikasi</span></h4>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Komplikasi dari bronchopneumonia adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Atelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Empisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Infeksi sitemik </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Endokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Meningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Tumbuh kembang anak usia 6 – 12      tahun </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran berbagai organ fisik berkaitan dengan masalah<span> </span>perubahan dalam jumlah, besar, ukuran atau dimensi tingkat sel. Pertambahan berat badan 2 – 4 Kg / tahun dan pada anak wanita sudah mulai mengembangkan ciri sex sekundernya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Perkembangan menitikberatkan pada aspek diferensiasi bentuk dan fungsi termasuk perubahan sosial dan emosi.</span></p>
<h4 style="text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Motorik kasar</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Loncat tali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Badminton</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Memukul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Motorik kasar dibawah kendali kognitif dan<span> </span>secara bertahap meningkatkan irama dan kehalusan.</span></p>
<h4 style="text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Motorik halus</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menunjukan keseimbangan dan koordinasi mata dan tangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat meningkatkan kemampuan menjahit, membuat model dan bermain alat musik.</span></p>
<h4 style="text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kognitif</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat berfokus pada lebih dari satu asfek dan situasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat mempertimbangkan sejumlah alternatif dalam pemecahan masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat membalikan cara kerja dan melacak urutan kejadian kembali sejak awal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat memahami konsep dahulu, sekarang dan yang akan datang</span></p>
<h4 style="text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bahasa</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengerti kebanyakan kata-kata abstrak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Memakai semua bagian pembicaraan termasuk kata sifat, kata keterangan, kata penghubung dan kata depan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menggunakan bahasa sebagai alat komuniukasi<span> </span>verbal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat memakai kalimat majemuk dan gabungan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h1 style="text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dampak hospitalisasi</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Hospitalisasi atau sakit dan dirawat di RS bagi anak dan keluarga akan menimbulkan stress dan tidak merasa aman. Jumlah dan efek stress tergantung pada persepsi anak dan keluarga terhadap kerusakan penyakit dan pengobatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Penyebab anak stress meliputi ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Psikososial</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Berpisah dengan orang tua, anggota keluarga lain, teman dan perubahan peran </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Fisiologis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kurang tidur, perasaan nyeri, imobilisasi dan tidak mengontrol diri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lingkungan<span> </span>asing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kebiasaan sehari-hari berubah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemberian obat kimia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Reaksi anak saat dirawat di Rumah sakit usia sekolah (6-12 tahun)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Merasa khawatir akan perpisahan dengan sekolah dan teman sebayanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat mengekpresikan perasaan dan mampu bertoleransi terhadap rasa nyeri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Selalu ingin tahu alasan tindakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berusaha independen dan produktif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Reaksi orang tua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kecemasan dan ketakutan akibat dari seriusnya penyakit, prosedur, pengobatan dan dampaknya terhadap masa depan anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Frustasi karena kurang informasi terhadap prosedur dan pengobatan serta tidak familiernya peraturan Rumah sakit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h3 style="margin-top:12pt;line-height:150%;"><span lang="IN">B. ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS</span></h3>
<h2 style="line-height:150%;"><span lang="IN">1.<span> </span>Pengkajian</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Riwayat kesehatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Adanya riwayat infeksi saluran pernapasan sebelumnya : batuk, pilek, demam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Anorexia, sukar menelan, mual dan muntah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Riwayat penyakit yang berhubungan dengan imunitas seperti malnutrisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Anggota keluarga lain yang mengalami sakit saluran pernapasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Batuk produktif, pernafasan cuping hidung, pernapasan cepat dan dangkal, gelisah, sianosis<span> </span></span></p>
<h5 style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN">Pemeriksaan fisik</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Demam, takipnea, sianosis, pernapasan cuping hidung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Auskultasi paru ronchi basah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Laboratorium leukositosis, LED meningkat atau<span> </span>normal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Rontgent dada abnormal (bercak, konsolidasi yang tersebar pada kedua paru)</span></p>
<h5 style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN">Factor fsikologis / perkembangan memahami tindakan</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Usia tingkat perkembangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Toleransi / kemampuan memahami tindakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Koping</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengalaman terpisah dari keluarga / orang tua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengalaman infeksi saluran pernafasan sebelumnya</span></p>
<h5 style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN">Pengetahuan keluarga / orang tua</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit saluran pernapasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengalaman keluarga tentang penyakit saluran pernafasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kesiapan / kemauan keluarga untuk belajar merawat anaknya</span></p>
<h5 style="text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Diagnosa keperawatan </span></h5>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tidak efektifnya bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sekret.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan kapiler alveoli.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Defisit volume cairan berhubungan dengan output yang berlebihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Resti pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi yang tidak adekuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kurang pengetahuan orang tua tentang perawatan klien berhubungan dengan kurangnya informasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Cemas anak berhubungan dengan dampak hospitalisasi</span></p>
<h1 style="margin-top:12pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Intervensi</span></h1>
<p class="MsoHeading7"><span lang="IN">Diagnosa 1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan :<span> </span>Bersihan jalan nafas kembali efektif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">KH : sekret dapat keluar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Rencana tindakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor status respirasi setiap 2 jam, kaji adanya peningkatan pernapasan dan bunyi napas abnormal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan suction sesuai indikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri terapi oksigen setiap 6 jam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ciptakan lingkungan / nyaman sehingga pasien dapat tidur dengan tenang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri posisi yang nyaman bagi pasien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor analisa gas darah untuk mengkaji status pernapasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan perkusi dada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sediakan sputum untuk kultur / test sensitifitas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoHeading7"><span lang="IN">Diagnosa 2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan : pertujaran gas kembali normal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">KH :<span> </span>Klien memperlihatkan perbaikan ventilasi, pertukaran gas secara optimal dan oksigenisasi jaringan secara adekuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Rencana tindakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tingkat kesadaran, status pernafasan, tanda-tanda cianosis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri posisi fowler<span> </span>sesuai program / semi fowler</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri oksigen sesuai program</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor AGD</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ciprtakan lingkungan yang nyaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Cegah terjadinya kelelahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Diagnosa 3</span></strong><span lang="IN">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan :<span> </span>Klien akan mempertahankan cairan tubuh yang normal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">KH : Tanda dehidrasi tidak ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Rencana tindakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Catat intake dan output cairan<span> </span>(balanc cairan) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Anjurkan ibu untuk tetap memberikan cairan peroral</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor keseimbangan cairan , membran mukosa, turgor kulit, nadi cepat, kesadaran menurun, tanda-tanda vital.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pertahankan keakuratan tetesan infus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tanda-tanda vital (nadi, suhu, respirasi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Diagnosa 4</span></strong><span lang="IN">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan : Kebuituhan nutrisi terpenuhi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><span lang="IN">KH :<span> </span>Klien dapat mempertahankan/meningkatkan pemasukan nutrisi..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Rencana tindakan : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji status nutrisi klien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan pemeriksaan fisik abdomen klien (auskultasi, perkusi, palpasi, dan inspeksi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Timbang BB klien setiap hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji adanya mual dan muntah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan diet sedikit tapi sering </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan makanan dalam keadaan hangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">kolaborasi dengan tim gizi</span></p>
<p class="MsoHeading7"><span lang="IN">Diagnosa 5</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan : Tidak terjadi peningkatan suhu tubuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">KH : Hipertermi/peningkatan suhu dapat teratasi dengan proses infeksi hilang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Rencana tindakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tanda-tanda vital</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikandan anjurkan keluarga untuk memberikan kompres<span> </span>dengan air pada daerah dahi dan ketiak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Libatkan keluarga dalam setiap tindakan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan minum per oral</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ganti pakaian yang basah oleh keringat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan<span> </span>dokter dalam pemberian obat penurun panas.</span></p>
<p class="MsoHeading7"><span lang="IN">Diagnosa 6</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan :<span> </span>Pengetahuan orang tua klien<span> </span>tentang proses penyakit anaknya meningkat setelah dilakukan tindakan keperawatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">KH : Orang tua klien mengerti tentang penyakit anaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Rencana tindakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji tingkat pengetahuan orang tua klien tentang proses penyakit anaknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji tingkat pendidikan orang tua klien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bantu orang tua klien untuk mengembangkan rencana asuhan keperawatan dirumah sakit seperti : diet,<span> </span>istirahat dan aktivitas yang sesuai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tekankan perlunya melindungi anak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jelaskan pada keluarga klien tentang Pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengobatan, pencegahan dan komplikasi dengan memberikan penkes.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri kesempatan pada orang tua klien untuk bertanya tentang hal yang belum dimengertinya</span></p>
<p class="MsoHeading7"><span lang="IN">Diagnosa 7</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan : Cemas anak hilang</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:72pt;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">KH : Klien dapat tenang, cemas hilang, rasa nyaman terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Rencana tindakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji tingkat kecemasan klien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dorong ibu /<span> </span>keluarga klien mensufort anaknya dengan cara ibu selalu didekat klien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Fasilitasi rasa nyaman dengan cara ibu berperan serta<span> </span>merawat anaknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan kunjungan, kontak dengan klien </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Anjurkan keluarga yang lain mengunjungi klien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan mainan sesuai kesukaan klien dirumah</span></p>
<h5 style="margin-top:12pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Evaluasi</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan Brochopneumonia dalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pertukaran gas normal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bersihan jalan napas kembali efektif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Intake dan output seimbang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Intake nutrisi adekuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Suhu tubuh dalam batas normal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengetahuan keluarga meningkat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Cemas teratasi </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=56&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-bronchopneumoni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN KEJANG DEMAM</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-kejang-demam/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-kejang-demam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:46:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-kejang-demam/</guid>
		<description><![CDATA[A. KONSEP DASAR 1. Pengertian Kejang demam adalah terbebasnya sekelompok neuron secara tiba-tiba yang mengakibatkan suatu kerusakan kesadaran, gerak, sensasi atau memori yang bersifat sementara (Hudak and Gallo,1996). Kejang demam adalah serangan pada anak yang terjadi dari kumpulan gejala dengan demam (Walley and Wong’s edisi III,1996). Kejang demam adalah bangkitan kejang terjadi pada kenaikan suhu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=55&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>A.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">KONSEP DASAR</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Pengertian </span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang demam adalah terbebasnya sekelompok neuron secara tiba-tiba yang mengakibatkan suatu kerusakan kesadaran, gerak, sensasi atau memori yang bersifat sementara (Hudak and Gallo,1996).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang demam adalah serangan pada anak yang terjadi dari kumpulan gejala dengan demam (Walley and Wong’s edisi III,1996).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang demam adalah bangkitan kejang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38° c) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam sering juga disebut kejang demam tonik-klonik, sangat sering dijumpai pada anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kejang ini disebabkan oleh adanya suatu awitan hypertermia yang timbul mendadak pada infeksi bakteri atau virus. (Sylvia A. Price, Latraine M. Wikson, 1995).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dari pengertian diatas dapat disimpulkan kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi karena peningkatan suhu tubuh yang sering di jumpai pada usia anak dibawah lima tahun.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">2.<span> </span>Patofisiologi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Etiologi</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:54pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi patologis, termasuk tumor otak, trauma, bekuan darah pada otak, meningitis, ensefalitis, gangguan elektrolit, dan gejala putus alkohol dan obat gangguan metabolik, uremia, overhidrasi, toksik subcutan dan anoksia serebral. Sebagian kejang merupakan idiopati (tidak diketahui etiologinya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Intrakranial</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Asfiksia : Ensefolopati hipoksik – iskemik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Trauma (perdarahan) : perdarahan subaraknoid, subdural, atau intra ventrikular </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Infeksi : Bakteri, virus, parasit</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:72pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kelainan bawaan : disgenesis korteks serebri, sindrom zelluarge, Sindrom Smith – Lemli – Opitz. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ekstra kranial</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:72pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Gangguan metabolik : Hipoglikemia, hipokalsemia, hipomognesemia, gangguan elektrolit (Na dan K)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Toksik : Intoksikasi anestesi lokal, sindrom putus obat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kelainan yang diturunkan : gangguan metabolisme asam amino, ketergantungan dan kekurangan produksi kernikterus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Idiopatik</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left:72pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang neonatus fanciliel benigna, kejang hari ke-5 (the fifth day fits)</span></p>
<h2 style="margin-left:54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Patofisiologi</span></h2>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel / organ otak diperlukan energi yang didapat dari metabolisme. Bahan baku untuk metabolisme otak yang terpenting adalah glucose,sifat proses itu adalah oxidasi dengan perantara pungsi paru-paru dan diteruskan keotak melalui system kardiovaskuler.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Berdasarkan hal diatas bahwa energi otak adalah glukosa yang melalui proses oxidasi, dan dipecah menjadi karbon dioksidasi dan air. Sel dikelilingi oleh membran sel. Yang terdiri dari permukaan dalam yaitu limford dan permukaan luar yaitu tonik. Dalam keadaan normal membran sel neuron dapat dilalui oleh ion NA + dan elektrolit lainnya, kecuali ion clorida.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Akibatnya konsentrasi K+ dalam sel neuron tinggi dan konsentrasi NA+ rendah. Sedangkan didalam sel neuron terdapat keadaan sebaliknya,karena itu perbedaan jenis dan konsentrasi ion didalam dan diluar sel. Maka terdapat perbedaan membran yang disebut potensial nmembran dari neuron. Untuk menjaga keseimbangan potensial membran ini diperlukan energi dan bantuan enzim NA, K, ATP<span> </span>yang terdapat pada permukaan sel.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Keseimbangan potensial membran ini dapat diubah dengan perubahan konsentrasi ion diruang extra selular, rangsangan yang datangnya mendadak misalnya mekanis, kimiawi atau aliran listrik dari sekitarnya. Perubahan dari patofisiologisnya membran sendiri karena penyakit/keturunan. Pada seorang anak sirkulasi otak mencapai 65 % dari seluruh tubuh dibanding dengan orang dewasa 15 %. Dan karena itu pada anak tubuh dapat mengubah keseimbangan dari membran sel neuron dalam singkat terjadi dipusi di ion K+ maupun ion NA+ melalui membran tersebut dengan akibat terjadinya lepasnya muatan listrik.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Lepasnya muatan listrik ini sedemikian besarnya sehingga dapat meluas keseluruh sel maupun membran sel sekitarnya dengan bantuan bahan yang disebut neurotransmitter sehingga mengakibatkan<span> </span>terjadinya kejang. Kejang yang yang berlangsung singkat pada umumnya tidak berbahaya dan tidak meninggalkan gejala sisa.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Tetapi kejang yang berlangsung lama lebih 15 menit biasanya disertai apnea, NA meningkat, kebutuhan O2 dan energi untuk kontraksi otot skeletal yang akhirnya terjadi hipoxia dan menimbulkan terjadinya asidosis.</span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Manifestasi klinik</span></h2>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Terjadinya bangkitan kejang pada bayi dan anak kebanyakan bersamaan dengan kenaikan suhu badan yang tinggi dan cepat, yang disebabkan oleh infeksi di luar susunan saraf pusat : misalnya tonsilitis, otitis media akut, bronkhitis, serangan kejang biasanya terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang berhenti sendiri, menghadapi pasien dengan kejang demam, mungkin timbul pertanyaan sifat kejang/gejala yang manakah yang mengakibatkan anak menderita epilepsy.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>untuk itu livingston membuat kriteria dan membagi kejang demam menjadi 2 golongan yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kejang demam sederhana (simple fibrile convulsion)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Epilepsi yang di provokasi oleh demam epilepsi trigered off fever</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Disub bagian anak FKUI, RSCM Jakarta, Kriteria Livingstone tersebut setelah dimanifestasikan di pakai sebagai pedoman untuk membuat diagnosis kejang demam sederhana, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Umur anak ketika kejang antara 6 bulan &amp; 4 tahun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kejang berlangsung hanya sebentar saja, tak lebih dari 15 menit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kejang bersifat umum,Frekuensi kejang bangkitan dalam 1th tidak &gt; 4 kali<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbulnya demam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya seminggu sesudah suhu normal tidak menunjukkan kelainan.</span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Klasifikasi kejang</span></h2>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang yang merupakan pergerakan abnormal atau perubahan tonus badan dan tungkai dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu : kejang, klonik, kejang tonik dan kejang mioklonik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kejang Tonik</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang ini biasanya terdapat pada bayi baru lahir dengan berat badan rendah dengan masa kehamilan kurang dari 34 minggu dan bayi dengan komplikasi prenatal berat. Bentuk klinis kejang ini yaitu berupa pergerakan tonik satu ekstrimitas atau pergerakan tonik umum dengan ekstensi lengan dan tungkai yang menyerupai deserebrasi atau ekstensi tungkai dan fleksi lengan bawah dengan bentuk dekortikasi. Bentuk kejang tonik yang menyerupai deserebrasi harus di bedakan dengan sikap epistotonus yang disebabkan oleh rangsang meningkat karena infeksi selaput otak atau kernikterus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kejang Klonik</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang Klonik dapat berbentuk fokal, unilateral, bilateral dengan pemulaan fokal dan multifokal yang berpindah-pindah. Bentuk klinis kejang klonik fokal berlangsung 1 – 3 detik, terlokalisasi dengan baik, tidak disertai gangguan kesadaran dan biasanya tidak diikuti oleh fase tonik. Bentuk kejang ini dapat disebabkan oleh kontusio cerebri akibat trauma fokal pada bayi besar dan cukup bulan atau oleh ensepalopati metabolik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kejang Mioklonik</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Gambaran klinis yang terlihat adalah gerakan ekstensi dan fleksi lengan atau keempat anggota gerak yang berulang dan terjadinya cepat. Gerakan tersebut menyerupai reflek moro. Kejang ini merupakan pertanda kerusakan susunan saraf pusat yang luas dan hebat. Gambaran EEG pada kejang mioklonik pada bayi tidak spesifik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Diagnosa banding kejang pada anak</span></h2>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Adapun diagnosis banding kejang pada anak adalah gemetar, apnea dan mioklonus nokturnal benigna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Gemetar</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Gemetar merupakan bentuk klinis kejang pada anak tetapi sering membingungkan terutama bagi yang belum berpengalaman. Keadaan ini dapat terlihat pada anak normal dalam keadaan lapar seperti hipoglikemia, hipokapnia dengan hiperiritabilitas neuromuskular, bayi dengan ensepalopati hipoksik iskemi dan BBLR. Gemetar adalah gerakan tremor cepat dengan irama dan amplitudo teratur dan sama, kadang-kadang bentuk gerakannya menyerupai klonik .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Apnea</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada BBLR biasanya pernafasan tidak teratur, diselingi dengan henti napas 3-6 detik dan sering diikuti hiper sekresi selama 10 – 15 detik. Berhentinya pernafasan tidak disertai dengan perubahan denyut jantung, tekanan darah, suhu badan, warna kulit. Bentuk pernafasan ini disebut pernafasan di batang otak. Serangan apnea selama 10 – 15 detik terdapat pada hampir semua bagi prematur, kadang-kadang pada bayi cukup bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Serangan apnea tiba-tiba yang disertai kesadaran menurun pada BBLR perlu di curigai adanya perdarahan intrakranial dengan penekanan batang otak. Pada keadaan ini USG perlu segera dilakukan. Serangan Apnea yang termasuk gejala kejang adalah apabila disertai dengan bentuk serangan kejang yang lain dan tidak disertai bradikardia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mioklonus Nokturnal Benigna</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Gerakan terkejut tiba-tiba anggota gerak dapat terjadi pada semua orang waktu tidur. Biasanya timbul pada waktu permulaan tidur berupa pergerakan fleksi pada jari persendian tangan dan siku yang berulang. Apabila serangan tersebut berlangsung lama dapat dapat disalahartikan sebagai bentuk kejang klonik fokal atau mioklonik. Mioklonik nokturnal benigna ini dapat dibedakan dengan kejang dan gemetar karena timbulnya selalu waktu tidur tidak dapat di stimulasi dan pemeriksaan EEG normal. Keadaan ini tidak memerlukan pengobatan<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<h2 style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Penatalaksanaan</span></h2>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada umumnya kejang pada BBLR merupakan kegawatan, karena kejang merupakan tanda adanya penyakit mengenai susunan saraf pusat, yang memerlukan tindakan segera untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut.</span></p>
<h6 style="text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-weight:normal;" lang="IN">Penatalaksanaan Umum terdiri dari :</span></h6>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengawasi bayi dengan teliti dan hati-hati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Memonitor pernafasan dan denyut jantung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Usahakan suhu tetap stabil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perlu dipasang infus untuk pemberian glukosa dan obat lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan EEG, terutama pada pemberian pridoksin intravena</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Bila etiologi telah diketahui pengobatan terhadap penyakit primer segera dilakukan. Bila terdapat hipogikemia, beri larutan glukosa 20 % dengan dosis 2 – 4 ml/kg BB secara intravena dan perlahan kemudian dilanjutkan dengan larutan glukosa 10 % sebanyak 60 – 80 ml/kg secara intravena. Pemberian Ca – glukosa hendaknya disertai dengan monitoring jantung karena dapat menyebabkan bradikardi. Kemudian dilanjutkan dengan peroral sesuai kebutuhan. Bila secara intravena tidak mungkin, berikan larutan Ca glukosa 10 % sebanyak 10 ml per oral setiap sebelum minum susu.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Bila kejang tidak hilang, harus pikirkan pemberian magnesium dalam bentuk larutan 50% Mg SO4 dengan dosis 0,2 ml/kg BB (IM) atau larutan 2-3 % mg SO4 (IV) sebanyak 2 – 6 ml. Hati-hati terjadi hipermagnesemia sebab gejala hipotonia umum menyerupai floppy infant dapat muncul.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pengobatan dengan antikonvulsan dapat dimulai bila gangguan metabolik seperti hipoglikemia atau hipokalsemia tidak dijumpai. Obat konvulsan pilihan utama untuk bayi baru lahir adalah Fenobarbital (Efek mengatasi kejang, mengurangi metabolisme sel yang rusak dan memperbaiki sirkulasi otak sehingga melindungi sel yang rusak karena asfiksia dan anoxia). Fenobarbital dengan dosis awal 20 mg . kg BB IV berikan dalam 2 dosis selama 20 menit.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:45pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Banyak penulis tidak atau jarang menggunakan diazepam untuk memberantas kejang pada BBL dengan alasan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Efek diazepam hanya sebentar dan tidak dapat mencegah kejang berikutnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemberian bersama-sama dengan fenobarbital akan mempengaruhi pusat pernafasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Zat pelarut diazepam mengandung natrium benzoat yang dapat menghalangi peningkatan bilirubin dalam darah.</span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Pemeriksaan fisik dan laboratorium</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan fisik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pemeriksaan fisik lengkap meliputi pemeriksaan pediatrik dan neurologik, pemeriksaan ini dilakukan secara sistematis dan berurutan seperti berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">hakan lihat sendiri manifestasi kejang yang terjadi, misal : pada kejang multifokal yang berpindah-pindah atau kejang tonik, yang biasanya menunjukkan adanya kelainan struktur otak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kesadaran tiba-tiba menurun sampai koma dan berlanjut dengan hipoventilasi, henti nafas, kejang tonik, posisi deserebrasi, reaksi pupil terhadap cahaya negatif, dan terdapatnya kuadriparesis flasid mencurigakan terjadinya perdarahan intraventikular.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pada kepala apakah terdapat fraktur, depresi atau mulase kepala berlebihan yang disebabkan oleh trauma. Ubun –ubun besar yang tegang dan membenjol menunjukkan adanya peninggian tekanan intrakranial yang dapat disebabkan oleh pendarahan sebarakhnoid atau subdural. Pada bayi yang lahir dengan kesadaran menurun, perlu dicari luka atau bekas tusukan janin dikepala atau fontanel enterior yang disebabkan karena kesalahan penyuntikan obat anestesi pada ibu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Terdapatnya stigma berupa jarak mata yang lebar atau kelainan kraniofasial yang mungkin disertai gangguan perkembangan kortex serebri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan fundus kopi dapat menunjukkan kelainan perdarahan retina atau subhialoid yang merupakan gejala potogonomik untuk hematoma subdural. Ditemukannya korioretnitis dapat terjadi pada toxoplasmosis, infeksi sitomegalovirus dan rubella. Tanda stasis vaskuler dengan pelebaran vena yang berkelok – kelok di retina terlihat pada sindom hiperviskositas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Transluminasi kepala yang positif dapat disebabkan oleh penimbunan cairan subdural atau kelainan bawaan seperti parensefali atau hidrosefalus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan umum penting dilakukan misalnya mencari adanya sianosis dan bising jantung, yang dapat membantu diagnosis iskemia otak.</span></p>
<h6 style="margin-left:63pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN">Pemeriksaan laboratorium</span></h6>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Perlu diadakan pemeriksaan laboratorium segera, berupa pemeriksaan gula dengan cara dextrosfrx dan fungsi lumbal. Hal ini berguna untuk menentukan sikap terhadap pengobatan hipoglikemia dan meningitis bakterilisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Selain itu pemeriksaan laboratorium lainnya yaitu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan darah rutin ; Hb, Ht dan Trombosit. Pemeriksaan darah rutin secara berkala penting untuk memantau pendarahan intraventikuler.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan gula darah, kalsium, magnesium, kalium, urea, nitrogen, amonia dan analisis gas darah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Fungsi lumbal, untuk menentukan perdarahan, peradangan, pemeriksaan kimia. Bila cairan serebro spinal berdarah, sebagian cairan harus diputar, dan bila cairan supranatan berwarna kuning menandakan adanya xantrokromia. Untuk mengatasi terjadinya trauma pada fungsi lumbal dapat di kerjakan hitung butir darah merah pada ketiga tabung yang diisi cairan serebro spinal </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan EKG dapat mendekteksi adanya hipokalsemia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemeriksaan EEG penting untuk menegakkan diagnosa kejang. EEG juga diperlukan untuk menentukan pragnosis pada bayi cukup bulan. Bayi yang menunjukkan EEG latar belakang abnormal dan terdapat gelombang tajam multifokal atau dengan brust supresion atau bentuk isoelektrik. Mempunyai prognosis yang tidak baik dan hanya 12 % diantaranya mempunyai / menunjukkan perkembangan normal. Pemeriksaan EEG dapat juga digunakan untuk menentukan lamanya pengobatan. EEG pada bayi prematur dengan kejang tidak dapat meramalkan prognosis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bila terdapat indikasi, pemeriksaan lab, dilanjutkan untuk mendapatkan diagnosis yang pasti yaitu mencakup :</span></p>
<h6 style="margin-left:99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN">Periksaan urin untuk asam amino dan asam organic</span></h6>
<h6 style="margin-left:99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN">Biakan darah dan pemeriksaan liter untuk toxoplasmosis rubella, citomegalovirus dan virus herpes.</span></h6>
<h6 style="margin-left:99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN"><span>c)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN">Foto rontgen kepala bila ukuran lingkar kepala lebih kecil atau lebih besar dari aturan baku</span></h6>
<h6 style="margin-left:99pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN"><span>d)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;" lang="IN">USG kepala untuk mendeteksi adanya perdarahan subepedmal, pervertikular, dan vertikular</span></h6>
<h4 style="margin-left:99pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">e)<span> </span>Penataan kepala untuk mengetahui adanya infark, perdarahan intrakranial, klasifikasi dan kelainan bawaan otak</span></h4>
<h4 style="margin-left:99pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Top coba subdural, dilakukan sesudah fungsi lumbal bila transluminasi positif dengan ubun – ubun besar tegang, membenjol dan kepala membesar.</span></h4>
<h6 style="margin-left:45pt;text-indent:-18.75pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Tumbuh kembang pada anak usia 1 – 3 tahu</span></h6>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Fisik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Ubun-ubun anterior tertutup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Physiologis dapat mengontrol spinkter</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Motorik kasar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Berlari dengan tidak mantap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berjalan diatas tangga dengan satu tangan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Menarik dan mendorong mainan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Melompat ditempat dengan kedua kaki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Dapat duduk sendiri ditempat duduk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Melempar bola diatas tangan tanpa jatuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Motorik halus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Dapat membangun menara 3 dari 4 bangunan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Melepaskan dan meraih dengan baik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Membuka halaman buku 2 atau 3 dalam satu waktu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Menggambar dengan membuat tiruan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Vokal atau suara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Mengatakan 10 kata atau lebih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menyebutkan beberapa obyek seperti sepatu atau bola dan 2 atau 3 bagian tubuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sosialisasi atau kognitif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Meniru </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menggunakan sendok dengan baik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Menggunakan sarung tangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Watak pemarah mungkin lebih jelas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Mulai sadar dengan barang miliknya</span></p>
<h6 style="margin-left:45pt;text-indent:-18.75pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Dampak hospitalisasi</span></h6>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pengalaman cemas pada perpisahan, protes secara fisik dan menangis, perasaan hilang kontrol menunjukkan temperamental, menunjukkan regresi, protes secara verbal, takut terhadap luka dan nyeri, dan dapat menggigit serta dapat mendepak saat berinteraksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Permasalahan yang ditemukan yaitu sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Rasa takut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Memandang penyakit dan hospitalisasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Takut terhadap lingkungan dan orang yang tidak dikenal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemahaman yang tidak sempurna tentang penyakit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemikiran yang sederhana : hidup adalah mesin yang menakutkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Demonstrasi : menangis, merengek, mengangkat lengan, menghisap jempol, menyentuh tubuh yang sakit berulang-ulang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ansietas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Cemas tentang kejadian yang tidakdikenal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Protes (menangis dan mudah marah, (merengek)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Putus harapan : komunikasi buruk, kehilangan ketrampilan yang baru tidak berminat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menyendiri terhadap lingkungan rumah sakit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tidak berdaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Merasa gagap karena kehilangan ketrampilan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mimpi buruk dan takut kegelapan, orang asing, orang berseragam dan yang memberi pengobatan atau perawatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>8)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Regresi dan Ansietas tergantung saat makan menghisap jempol</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>9)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Protes dan Ansietas karena restrain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Gangguan citra diri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sedih dengan perubahan citra diri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Takut terhadap prosedur invasive (nyeri)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mungkin berpikir : bagian dalam tubuh akan keluar kalau selang dicabut</span></p>
<p class="MsoFooter" style="line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h6 style="line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>B.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS </span></h6>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Pengkajian</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:54pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Yang paling penting peran perawat selama pasien kejang adalah observasi kejangnya dan gambarkan kejadiannya. Setiap episode kejang mempunyai karakteristik yang berbeda misal adanya halusinasi (aura ), motor efek seperti pergerakan bola mata , kontraksi otot lateral harus didokumentasikan termasuk waktu kejang dimulai dan lamanya kejang.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:54pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Riwayat penyakit juga memegang peranan penting untuk mengidentifikasi faktor pencetus kejang untuk pengobservasian sehingga bisa meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan oleh kejang.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:72pt;text-indent:-18.75pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Aktivitas / istirahat : keletihan, kelemahan umum, perubahan tonus / kekuatan otot. Gerakan involunter</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:72pt;text-indent:-18.75pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sirkulasi : peningkatan nadi, sianosis, tanda vital tidak normal atau depresi dengan penurunan nadi dan pernafasan</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:72pt;text-indent:-18.75pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Integritas ego : stressor eksternal / internal yang berhubungan dengan keadaan dan atau penanganan, peka rangsangan.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:72pt;text-indent:-18.75pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Eliminasi : inkontinensia episodik, peningkatan tekanan kandung kemih dan tonus spinkter</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:72pt;text-indent:-18.75pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Makanan / cairan : sensitivitas terhadap makanan, mual dan muntah yang berhubungan dengan aktivitas kejang, kerusakan jaringan lunak / gigi</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:72pt;text-indent:-18.75pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Neurosensor : aktivitas kejang berulang, riwayat truma kepala dan infeksi serebra</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:72pt;text-indent:-18.75pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Riwayat jatuh / trauma</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Diagnosa keperawatan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Diagnosa keperawatan<span> </span>yang mungkin muncul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Resiko tinggi trauma / cidera b/d kelemahan, perubahan kesadaran, kehilangan koordinasi otot.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Resiko tinggi terhadap inefektifnya bersihan jalan nafas b/d kerusakan neoromuskular</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Resiko kejang berulang b/d peningkatan suhu tubuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi, penurunan kekuatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kurang pengetahuan keluarga b/d kurangnya informasi</span></p>
<h3 style="line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">INTERVENSI</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Diagnosa 1</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Resiko tinggi trauma / cidera b/d kelemahan, perubahan kesadaran, kehilangan koordinasi otot.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Cidera / trauma tidak terjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Faktor<span> </span>penyebab diketahui, mempertahankan aturan pengobatan, meningkatkan keamanan lingkungan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kaji dengan keluarga berbagai stimulus pencetus kejang. Observasi keadaan umum, sebelum, selama, dan sesudah kejang. Catat tipe dari aktivitas kejang dan beberapa kali terjadi. Lakukan penilaian neurology, tanda-tanda vital setelah kejang. Lindungi klien dari trauma atau kejang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Berikan kenyamanan bagi klien. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi anti compulsan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Diagnosa 2</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Resiko tinggi terhadap inefektifnya bersihan jalan nafas b/d kerusakan neuromuskular</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Inefektifnya bersihan jalan napas tidak terjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jalan napas bersih dari sumbatan, suara napas vesikuler, sekresi mukosa tidak ada, RR dalam batas normal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Observasi tanda-tanda vital, atur posisi tidur klien fowler atau semi fowler. Lakukan penghisapan lendir, kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Diagnosa 3</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Resiko kejang berulang b/d peningkatan suhu tubuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Aktivitas kejang tidak berulang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kejang dapat dikontrol, suhu tubuh kembali normal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kaji factor pencetus kejang. Libatkan keluarga dalam pemberian tindakan pada klien. Observasi tanda-tanda vital. Lindungi anak dari trauma. Berikan kompres dingin pda daerah dahi dan ketiak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Diagnosa 4<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi, penurunan kekuatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kerusakan mobilisasi fisik teratasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Mobilisasi fisik klien aktif , kejang tidak ada, kebutuhan klien teratasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kaji tingkat mobilisasi klien. Kaji tingkat kerusakan mobilsasi klien. Bantu klien dalam pemenuhan kebutuhan. Latih klien dalam mobilisasi sesuai kemampuan klien. Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan klien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Diagnosa 5</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kurang pengetahuan keluarga b/d kurangnya informasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pengetahuan keluarga meningkat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Keluarga mengerti dengan proses penyakit kejang demam, keluarga klien tidak bertanya lagi tentang penyakit, perawatan dan kondisi klien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kaji tingkat pendidikan keluarga klien. Kaji tingkat pengetahuan keluarga klien. Jelaskan pada keluarga klien tentang penyakit kejang demam melalui penkes. Beri kesempatan pada keluarga untuk menanyakan hal yang belum dimengerti. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan pada klien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h3 style="line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">EVALUASI</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Cidera / trauma tidak terjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Inefektifnya bersihan jalan napas tidak terjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Aktivitas kejang tidak berulang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kerusakan mobilisasi fisik teratasi</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></p>
<p><!--[endif]--><span lang="IN">Pengetahuan keluarga meningkat</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=55&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-kejang-demam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-dhf/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-dhf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-dhf/</guid>
		<description><![CDATA[A. KONSEP DASAR 1. Pengertian Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (Christantie Efendy,1995 ). Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=54&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoHeading8" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>A.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">KONSEP DASAR </span></p>
<h1 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Pengertian</span></strong></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (Christantie Efendy,1995 ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam. DHF sejenis virus yang tergolong arbo virus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (betina) (Seoparman , 1990).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam. Biasanya dengan cepat menyebar secara efidemik. (Sir,Patrick manson,2001).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypty (Seoparman, 1996).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam.</span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Etiologi</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Virus dengue sejenis arbovirus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Virus dengue tergolong dalam family Flavividae dan dikenal ada 4 serotif, Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke II, sedangkan dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif terhadap in aktivitas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu<span> </span>70 <sup>o</sup>C.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:63pt;text-indent:0;"><span lang="IN">Keempat serotif tersebut telah di temukan pula di Indonesia dengan serotif ke 3 merupakan serotif yang paling banyak.</span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Patofisiologi</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Virus akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan kemudian akan bereaksi<span> </span>dengan antibody dan terbentuklah kompleks virus-antibody. Dalam sirkulasi akan mengaktivasi system komplemen. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a,dua peptida yang berdaya untuk melepaskan histamine dan merupakan mediator kuat sebagai factor meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Terjadinya trobositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagulasi (protombin dan fibrinogen) merupakan factor penyebab terjadinya perdarahan hebat , terutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Yang menentukan beratnya penyakit adalah meningginya permeabilitas<span> </span>dinding pembuluh darah , menurunnya volume plasma , terjadinya hipotensi , trombositopenia dan diathesis hemorrhagic , renjatan terjadi secara akut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Nilai hematokrit meningkat bersamaan dengan hilangnya plasma melalui endotel dinding pembuluh darah. Dan dengan hilangnya plasma klien mengalami hipovolemik. Apabila tidak diatasi bisa terjadi anoxia jaringan, acidosis metabolic dan kematian.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<h5 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tanda dan gejala</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Demam<span> </span>tinggi selama 5 – 7 hari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, ptechie, echymosis, hematoma.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Epistaksis, hematemisis, melena, hematuri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sakit kepala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pembengkakan sekitar mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoHeading9" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Komplikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Adapun komplikasi dari penyakit demam berdarah diantaranya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perdarahan luas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Shock atau renjatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Effuse pleura</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Penurunan kesadaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Klasifikasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Derajat<span> </span>I :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:54pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket positi, trombositopeni dan hemokonsentrasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Derajat II :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:54pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Manifestasi klinik pada derajat<span> </span>I dengan manifestasi perdarahan spontan di bawah kulit seperti peteki, hematoma dan perdarahan dari lain tempat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Derajat III :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:54pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Manifestasi klinik pada derajat II ditambah dengan ditemukan manifestasi kegagalan system sirkulasi berupa nadi yang cepat dan lemah, hipotensi dengan kulit yang lembab, dingin dan penderita gelisah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Derajat IV :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:54pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Manifestasi klinik pada penderita derajat III ditambah dengan ditemukan manifestasi renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak terukur dan nadi tak teraba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Pemeriksaan penunjang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Darah<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Trombosit menurun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">HB meningkat lebih 20 %</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">HT meningkat lebih 20 %</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Leukosit menurun pada hari ke 2 dan ke 3</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Protein darah rendah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ureum PH bisa meningkat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">NA dan CL rendah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Serology : HI (hemaglutination inhibition test).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Rontgen thorax<span> </span>: Efusi pleura.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Uji test tourniket<span> </span>(+)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Penatalaksanaan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tirah baring</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemberian makanan lunak . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemberian cairan melalui infus.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:54pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Pemberian cairan intra vena (biasanya<span> </span>ringer lactat, nacl) ringer lactate merupakan cairan intra vena yang paling sering digunakan , mengandung<span> </span>Na + 130 mEq/liter ,<span> </span>K+ 4 mEq/liter, korekter basa 28 mEq/liter , Cl 109 mEq/liter dan Ca = 3 mEq/liter.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemberian obat-obatan : antibiotic, antipiretik,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Anti konvulsi jika terjadi kejang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor tanda-tanda vital ( T,S,N,RR).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor<span> </span>adanya tanda-tanda renjatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Periksa HB,HT, dan Trombosit setiap hari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="IN"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Tumbuh kembang<span> </span>pada anak usia 6-12 tahun</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran berbagai organ fisik berkaitan dengan masalah<span> </span>perubahan dalam jumlah, besar, ukuran atau dimensi tingkat sel. Pertambahan berat badan 2 – 4 Kg / tahun dan pada anak wanita sudah mulai mengembangkan cirri sex sekundernya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Perkembangan menitik beratkan pada aspek diferensiasi bentuk dan fungsi termasuk perubahan sosial dan emosi.</span></p>
<h4 style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Motorik kasar</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Loncat tali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Badminton</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Memukul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Motorik kasar di bawah kendali kognitif dan berdasarkan secara bertahap meningkatkan irama dan kehalusan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h4 style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Motorik halus</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menunjukan keseimbangan dan koordinasi mata dan tangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat meningkatkan kemampuan menjahit, membuat model dan bermain alat musik.</span></p>
<h4 style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kognitif</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat berfokus pada lebih dan satu aspek dan situasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat mempertimbangkan sejumlah alternatif dalam pemecahan masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat membelikan cara kerja dan melacak urutan kejadian kembali sejak awal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat memahami konsep dahulu, sekarang dan yang akan datang</span></p>
<h4 style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Bahasa</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengerti kebanyakan kata-kata abstrak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Memakai semua bagian pembicaraan termasuk kata sifat, kata keterangan, kata penghubung dan kata depan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menggunakan bahasa sebagai alat pertukaran verbal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat memakai kalimat majemuk dan gabungan </span></p>
<h1 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Dampak hospitalisasi</span></strong></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Hospitalisasi atau sakit dan dirawat di RS bagi anak dan keluarga akan menimbulkan stress dan tidak merasa aman. Jumlah dan efek stress tergantung pada persepsi anak dan keluarga terhadap kerusakan penyakit dan pengobatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Penyebab anak stress meliputi ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Psikososial</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Berpisah dengan orang tua, anggota keluarga lain, teman dan<span> </span>perubahan peran </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Fisiologis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Kurang tidur, perasaan nyeri, imobilisasi dan tidak mengontrol diri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lingkungan<span> </span>asing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kebiasaan sehari-hari berubah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemberian obat kimia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Reaksi anak saat dirawat di Rumah sakit usia sekolah (6-12 tahun)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Merasa khawatir akan perpisahan dengan sekolah dan teman sebayanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dapat mengekspresikan perasaan dan mampu bertoleransi terhadap rasa nyeri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Selalu ingin tahu alasan tindakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berusaha independen dan produktif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Reaksi orang tua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kecemasan dan ketakutan akibat dari seriusnya penyakit, prosedur, pengobatan dan dampaknya terhadap masa depan anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Frustasi karena kurang informasi terhadap prosedur dan pengobatan serta tidak familiernya peraturan Rumah sakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h5 style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>B.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS</span></h5>
<p class="MsoHeading9" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengkajian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pengkajian merupakan tahap awal yang dilakukan perawat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan sebelum melakukan asuhan keperawatan . pengkajian pada pasien dengan<span> </span>“DHF” dapat dilakukan dengan teknik wawancara,<span> </span>pengukuran, dan pemeriksaan fisik. Adapun tahapan-tahapannya meliputi<span> </span>:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengkaji data dasar, kebutuhan bio-psiko-sosial-spiritual pasien dari berbagai sumber (pasien, keluarga, rekam medik dan anggota tim kesehatan lainnya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengidentifikasi sumber-sumber yang potensial dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji riwayat keperawatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji adanya peningkatan suhu tubuh ,tanda-tanda perdarahan, mual, muntah, tidak nafsu makan, nyeri ulu hati, nyeri otot dan sendi, tanda-tanda syok (denyut nadi cepat dan lemah, hipotensi, kulit<span> </span>dingin dan lembab terutama pada ekstrimitas, sianosis, gelisah, penurunan kesadaran).</span></p>
<p class="MsoHeading9" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Diagnosa keperawatan .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Penyusunan diagnosa keperawatan dilakukan setelah data didapatkan, kemudian dikelompokkan dan difokuskan sesuai dengan<span> </span>masalah yang timbul sebagai contoh diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada kasus DHF<span> </span>diantaranya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan, muntah dan demam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kurang pengetahuan keluarga tentang proses penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Resiko terjadinya perdarahan berhubungan dengan trombositopenia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Shock hipovolemik berhubungan dengan perdarahan </span></p>
<p class="MsoHeading9" style="margin-left:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Intervensi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:41.75pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Perumusan rencana perawatan pada kasus DHF hendaknya mengacu pada masalah diagnosa keperawatan yang dibuat. Perlu diketahui bahwa tindakan yang bisa diberikan menurut tindakan yang bersifat mandiri dan kolaborasi. Untuk itu penulis akan memaparkan prinsip rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan diagnosa keperawatan :<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Gangguan volume cairan tubuh kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan , muntah dan demam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Gangguan volume cairan tubuh dapat teratasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Volume cairan tubuh kembali normal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Kaji KU dan kondisi pasien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Observasi tanda-tanda vital ( S,N,RR )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tanda-tanda dehidrasi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tetesan infus dan lokasi penusukan jarum infus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Balance cairan (input dan out put cairan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri pasien dan anjurkan keluarga pasien untuk memberi minum banyak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Anjurkan keluarga pasien untuk mengganti pakaian pasien yang basah oleh keringat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Hipertermi dapat teratasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Suhu tubuh kembali normal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tanda-tanda vital terutama suhu tubuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan kompres dingin (air biasa) pada daerah dahi dan ketiak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ganti pakaian yang telah basah oleh keringat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Anjurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang dapat menyerap keringat seperti terbuat dari katun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Anjurkan keluarga untuk memberikan minum banyak kurang lebih 1500 – 2000 cc per hari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">kolaborasi dengan dokter dalam pemberian Therapi, obat penurun panas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Gangguan pemenuhan nutrisi teratasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Intake nutrisi klien meningkat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji intake nutrisi klien dan perubahan yang terjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Timbang berat badan klien tiap hari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan klien makan dalam keadaan hangat dan dengan porsi sedikit tapi sering </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri<span> </span>minum air hangat bila klien mengeluh mual</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan pemeriksaan fisik Abdomen (auskultasi, perkusi, dan palpasi).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian Therapi anti emetik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kurang pengetahuan keluarga tentang proses penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pengetahuan keluarga tentang proses penyakit meningkat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Klien mengerti tentang proses penyakit DHF</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji tingkat pendidikan klien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit DHF</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jelaskan pada keluarga klien tentang proses penyakit DHF melalui Penkes.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">beri kesempatan pada keluarga untuk bertanya yang belum dimengerti atau diketahuinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Libatkan keluarga dalam setiap tindakan yang dilakukan pada klien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Resiko terjadinya perdarahan berhubungan dengan trobositopenia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Perdarahan tidak terjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Trombosit dalam batas normal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji adanya perdarahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tanda-tanda vital (S.N.RR)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Antisipasi terjadinya perlukaan / perdarahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Anjurkan keluarga klien untuk lebih banyak mengistirahatkan klien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor hasil darah, Trombosit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi ,pemberian cairan intra vena.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Shock hipovolemik berhubungan dengan perdarahan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Shock hipovolemik dapat teratasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kriteria hasil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Volume cairan tubuh kembali normal, kesadaran compos mentis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Intervensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tingkat kesadaran klien</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tanda-tanda vital (S, N, RR).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi out put dan input cairan (balance cairan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji adanya tanda-tanda dehidrasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi cairan.</span></p>
<p class="MsoHeading9" style="margin-left:36pt;text-indent:-24pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Evaluasi.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;"><span lang="IN">Evaluasi<span> </span>adalah merupakan salah satu alat untuk mengukur suatu perlakuan atau tindakan keperawatan terhadap pasien. Dimana evaluasi ini meliputi evaluasi formatif / evaluasi proses yang dilihat dari setiap selesai melakukan implementasi yang dibuat setiap hari sedangkan<span> </span>evaluasi sumatif / evaluasi hasil dibuat sesuai dengan tujuan yang dibuat mengacu pada<span> </span>kriteria hasil yang diharapkan.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:0;"><span lang="IN">Evaluasi<span> </span>:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Suhu tubuh dalam batas normal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Intake dan out put kembali normal / seimbang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemenuhan nutrisi yang adekuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perdarahan tidak terjadi / teratasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengetahuan keluarga bertambah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Shock hopovolemik teratasi</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=54&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-dhf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN RDS</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-bayi-dengan-rds/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-bayi-dengan-rds/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN RDS DEFINISI Adalah gangguan pernafasan yang sering terjadi pada bayi premature dengan tanda-tanda takipnue (&#62;60 x/mnt), retraksi dada, sianosis pada udara kamar, yang menetap atau memburuk pada 48-96 jam kehidupan dengan x-ray thorak yang spesifik. Tanda-tanda klinik sesuai dengan besarnya bayi, berat penyakit, adanya infeksi dan ada tidaknya shunting darah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=52&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://askep.blogspot.com/2008/01/definisi-60-xmnt-retraksi-dada-sianosis.html">ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN RDS</a></h3>
<h1 style="line-height:150%;"><span lang="IN">DEFINISI</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Adalah gangguan pernafasan yang sering terjadi pada bayi premature dengan tanda-tanda takipnue (&gt;60 x/mnt), retraksi dada, sianosis pada udara kamar, yang menetap atau memburuk pada 48-96 jam kehidupan dengan x-ray thorak yang spesifik. Tanda-tanda klinik sesuai dengan besarnya bayi, berat penyakit, adanya infeksi dan ada tidaknya shunting darah melalui PDA (Stark 1986).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h1 style="line-height:150%;"><span lang="IN">PATOFISIOLOGI</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pada RDS terjadi atelektasis yang sangat progresif, yang disebabkan kurangnya zat yang disebut surfaktan. Surfaktan adalah zat aktif yang diproduksi sel epitel saluran nafas disebut sel pnemosit tipe II. Zat ini mulai dibentuk pada kehamilan 22-24 minggu dan mencapai max pada minggu ke 35. Zat ini terdiri dari fosfolipid (75%) dan protein (10%). Peranan surfaktan ialah merendahkan tegangan permukaan alveolus sehingga tidak terjadi kolaps dan mampu menahan sisa udara fungsional pada sisa akhir expirasi. Kolaps paru ini akan menyebabkan terganggunya ventilasi sehingga terjadi hipoksia, retensi CO2 dan asidosis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Hipoksia akan menyebabkan terjadinya :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Oksigenasi      jaringan menurun&gt;metabolisme anerobik dengan penimbunan asam laktat      asam organic&gt;asidosis metabolic.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Kerusakan endotel kapiler dan epitel duktus alveolaris&gt;transudasi kedalam alveoli&gt;terbentuk fibrin&gt;fibrin dan jaringan epitel yang nekrotik&gt;lapisan membrane hialin.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Asidosis dan atelektasis akan menyebabkan terganggunya jantun, penurunan aliran darah keparum, dan mengakibatkan hambatan pembentukan surfaktan, yang menyebabkan terjadinya atelektasis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sel tipe II ini sangat sensitive dan berkurang pada bayi dengan asfiksia pada periode perinatal, dan kematangannya dipacu dengan adanya stress intrauterine seperti hipertensi, IUGR dan kehamilan kembar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h1 style="line-height:150%;"><span lang="IN">GAMBARAN KLINIS</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>RDS mungkin terjadi pada bayi premature dengan berat badan &lt;1000&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tanda-tanda gangguan pernafasan berupa :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dispnue/hipernue</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sianosis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Retraksi suprasternal / epigastrik / intercostals</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Grunting expirasi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Didapatkan gejala lain seperti :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bradikardi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Hipotensi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kardiomegali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Edema terutama didaerah dorsal tangan atau kaki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Hipotermi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>±<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tonus otot yang menurun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Gambaran radiology : bercak-bercak difus berupa infiltrate retikulogranular disertai dengan air bronkogram.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h1 style="line-height:150%;"><span lang="IN">DIAGNOSA KEPERAWATAN</span></h1>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Inefektif      pola nafas b.d adanya penumpukan lendir pada jalan nafas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Gangguan      perfusi jaringan b.d kurangnya oksigenasi keotak</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Defisit      volume cairan b.d meningkatnya metabolisme </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Nutrisi      kurang dari kebutuhan b.d intake yang tidak adekuat </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Resiko      terjadinya infeksi pada tali pusat b.d invasi kuman patogen kedalam tubuh </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Kecemasan      ortu b.d kurang pengetahuan ortu tentang kondisi bayi.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">PADA BAYI DENGAN RDS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:32.4pt;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">No.</span></strong></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:solid solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Diagnosa   Keperawatan</span></strong></p>
</td>
<td style="width:117pt;border-style:solid solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="156" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Tujuan</span></strong></p>
</td>
<td style="width:153pt;border-style:solid solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="204" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Perencanaan</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">1.</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Inefektif pola nafas   b.d akumulasi secret</span></p>
</td>
<td style="width:117pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="156" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Pola nafas efektif   Kriteria hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">RR 30-60 x/mnt</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sianosis (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sesak (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ronchi (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Whezing (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
<td style="width:153pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="204" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi pola nafas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi frekuensi bunyi   nafas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tempatkan kepala pada posisi   hiperekstensi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi adanya sianosis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan suction.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor dengan teliti hasil   pemeriksaan gas darah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri O2 sesuai program.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Atur ventilasi ruangan tempat   perawatan klien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi respon bayi   terhadap ventilator dan terapi O2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan tenaga   medis lainnya.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">2</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Gangguan perfusi   jaringan b.d kurangnya oksigenasi keotak</span></p>
</td>
<td style="width:117pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="156" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Gangguan perfusi   jaringan teratasi Kriteria hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">RR 30-60 x/mnt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Nadi 120-140 x/mnt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Suhu 36,5-37 C</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sianosis (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ekstremitas hangat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
<td style="width:153pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="204" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi frekwensi dan bunyi   jantung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi adanya sianosis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri oksigen sesuai kebutuhan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji kesadaran bayi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi TTV</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan dokter   untuk pemberian therapy.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">3.</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Resiko Gangguan   nutrisi kurang dari kebutuhan b.d. intake yang tidak adekuat </span></p>
</td>
<td style="width:117pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="156" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kebutuhan   nutrisi ter- penuhi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kriteria   hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tidak terjadi penurunan   BB&gt; 15 %.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Muntah (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bayi dapat minum dengan baik</span></p>
</td>
<td style="width:153pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="204" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi intake dan output.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi reflek menghisap   dan menelan bayi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji adanya sianosis pada   saat bayi minum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pasang NGT bila diperlukan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri nutrisi sesuai kebutuhan   bayi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Timbang BB tiap hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan dokter   untuk pemberian therapy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan tim gizi   untuk pemberian diit bayi</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">4.</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kecemasan Ortu b.d   kurang pengetahuan tentang kondisi bayinya.</span></p>
</td>
<td style="width:117pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="156" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kecemasan berkurang   setelah dilakukan tindakan keperawatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kriteria hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:24.05pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Orang tua mengerti tujuan   yang dilakukan dalam pengobatan therapy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:24.05pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Orang tua tampak tenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:24.05pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Orang tua berpartisipasi   dalam pengobatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
<td style="width:153pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="204" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jelaskan tentang kondisi   bayi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan penjelasan tentang penyakit dan tindakan yang akan dilakukan berkaitan dengan penyakit yang diderita bayi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Libatkan orang tua dalam   perawatan bayi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan support mental.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan reinforcement atas   pengertian orang tua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">5.</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Resiko infeksi tali   pusat b.d invasi kuman patogen.</span></p>
</td>
<td style="width:117pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="156" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Infeksi tali pusat tidak   terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kriteria hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Suhu 36-37 C</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:21.6pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tali pusat kering dan tidak   berbau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tidak ada tanda-tanda infeksi   pada tali pusat.</span></p>
</td>
<td style="width:153pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="204" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan tehnik aseptic dan   antiseptic pada saat memotong tali pusat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jaga kebersihan daerah tali   pusat dan sekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mandikan bayi dengan air   bersih dan hangat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi adanya perdarahan   pada tali pusat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Cuci tali pusat dengan sabun   dan segera keringkan bila tali pusat kotor atau terkena feses.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi suhu bayi.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">6.</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Devisit volume cairan   b.d metabolisme yang meningkat.</span></p>
</td>
<td style="width:117pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="156" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Volume cairan   terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><span lang="IN">Kriteria   hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Suhu 36-37 C</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Nadi 120-140 x/mnt</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>¨<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Turgor kulit baik.</span></p>
</td>
<td style="width:153pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="204" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi suhu dan nadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan cairan sesuai kebutuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi tetesan infus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi adanya tanda-tanda   dehidrasi atau overhidrasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi pemberian therapy.</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=52&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-bayi-dengan-rds/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAYI DENGAN KELAINAN JANTUNG KONGENITAL</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/bayi-dengan-kelainan-jantung-kongenital/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/bayi-dengan-kelainan-jantung-kongenital/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN KELAINAN JANTUNG KONGENITAL Definisi Yang dimaksud dengan kelainan jantung kongenital adalah kelainan structural dan atau pembuluh darah besar intrathorakal yang dapat menimbulkan gangguan fungsi kardiovaskuler. Etiologi Penyebab terjadinya KJK belum dapat diketahui secara pasti tetapi beberapa factor diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian KJK. Faktor tersebut adalah : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=49&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://askep.blogspot.com/2008/01/standar-asuhan-keperawatan-pada-bayi.html">STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN KELAINAN JANTUNG KONGENITAL</a></h3>
<h1 style="line-height:150%;"><span lang="IN">Definisi</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Yang dimaksud dengan kelainan jantung kongenital adalah kelainan structural dan atau pembuluh darah besar intrathorakal yang dapat menimbulkan gangguan fungsi kardiovaskuler.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h1 style="line-height:150%;"><span lang="IN">Etiologi</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Penyebab terjadinya KJK belum dapat diketahui secara pasti tetapi beberapa factor diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian KJK.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Faktor tersebut adalah :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Faktor      Prenatal :</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Penyakit Rubella </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Alkoholisme </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Umur ibu &gt; 40 tahun </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Ibu menderita penyakit DM yang memerlukan insulin </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Ibu merokok</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Ibu menderita infeksi</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Faktor      Genetik </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Kelainan jantung pada anak yang lahir sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Ayah dan Ibu menderita penyakit jantung bawaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Kelainan kromosom seperti sindrom Down.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Lahir dengan kelainan bawaan yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">KJK pada umumnya dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>v<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Peningkatan kerja jantung dengan gejala :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kadiomegali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Hipertropi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Techicardi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>v<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Curah jantung rendah dengan gejala :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Gangguan pertumbuhan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Intoleransi aktivitas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>v<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Hipertensi Pulmonal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dengan gejala Dispneu dan Tachipneu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>v<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Penurunan saturasi oksigen arteeri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dengan gejala Polisitemia, asidosis dan sianosis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Jenis-jenis Kelainan Jantung Bawaan</span></strong><span lang="IN"> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">KJK Asianotik, seperti :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Duktus Arteriosus Paten (PDA)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Yaitu duktus arteriosus tidak menutup setelah lahir </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Defek Septum Ventrikel (VSD)</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Yaitu hubungan antara ventrikel kanan dan kiri ukurannya bervariasi dapat disertai kelainan yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Defek Septum Atrium (ASD)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Adanya hubungan antara atrium kanan dan kiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Stenosis Pulmonal (SP)</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Adanya penyempitan muara arteri pulmonal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Stenosis Aorta (SA)</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Adanya penyempitan aorta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">KJK Sianotik , penyebab :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Peredaran darah janin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Aliran darah pulmonal berkurang yaitu pada Tetralogi of Fallot (TF) &amp; TA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Aliran darah pulmonal meningkat yaitu pada TGA &amp; TAPVD</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<h1 style="line-height:150%;"><span lang="IN">PENGKAJIAN </span></h1>
<h1 style="line-height:150%;"><span lang="IN">Hal yang perlu dikaji </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Riwayat perkawinan, misalnya anak tersebut diinginkan atau tidak untuk mengetahui kemungkinan minum obat-obatan / ramuan untuk menggugurkan kandungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Riwayat kehamilan, yaitu penyakit yang pernah diderita yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin spt hipertensi, DM, Rubella. Khususnya bila terserang pada trimester I.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Penyakit keturunan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Merokok selama hamil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Apakah ayah atau ibu menderita penyakit kelamin misal syphilis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Sebelum hamil ikut KB atau tidak, KB yang pernah digunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Obat-obatan yang diminum selama hamil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Gejala yang timbul</span></strong><span lang="IN"> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Sesak nafas atau dispnea</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Palpitasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Kehilangan kesadaran yang tiba-tiba akibat penurunan aliran darah keotak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Edema</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Cyanosis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/13/clip_image002.gif" alt="*" width="15" height="15" /><!--[endif]--><span> </span>Bayi malas minum</span></p>
<p class="MsoCaption" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Pemeriksaan fisik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Meliputi : inspeksi, palpasi, perkusi &amp; auskultasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Diagnosa Keperawatan </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Gangguan      perfusi jaringan b.d penurunan cardiac output </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Inefektif      pola nafas b.d akumulasi secret</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Resiko      gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d intake yang tidak adekuat </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Kecemasan      ortu b.d kurangnya pengetahuan tentang kondisi bayinya</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Resiko      infeksi tali pusat b.d infasi kuman pathogen</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<h2><span lang="IN">RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;width:335.7pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="448">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:32.4pt;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">No.</span></strong></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:solid solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Diagnosa   Keperawatan </span></strong></p>
</td>
<td style="width:99pt;border-style:solid solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Tujuan </span></strong></p>
</td>
<td style="width:132.3pt;border-style:solid solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="176" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Perencanaan</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">1.</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Gangguan perfusi   jaringan b.d penurunan cardiac output.</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Gangguan perfusi   jaringan teratasi dalam waktu 3&#215;24 jam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kriteria hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">RR 30-60 x/mnt</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Nadi 120-140 x/mnt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Suhu 36,5-37 C</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sianosis (_)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ekstremitas hangat</span></p>
</td>
<td style="width:132.3pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="176" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi frekwensi dan bunyi   jantung </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi adanya sianosis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri oksigen sesuai kebutuhan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji kesadaran bayi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi TTV.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan dokter   untuk pemberian therapy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">2.</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Inefektif pola nafas   b.d akumulasi secret.</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><span lang="IN">Pola   nafas efektif setelah dilakukan tindakan keperawatan 1&#215;24 jam </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kriteria hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:13.75pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">RR 30-60 x/mnt</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:13.75pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sianosis (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:13.75pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sesak (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:13.75pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Ronchi (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:13.75pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Whezing (-)</span></p>
</td>
<td style="width:132.3pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="176" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi pola nafas </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi frekuensi dan bunyi   nafas </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tempatkan kepala pada posisi   hiperekstensi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi adanya sianosis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan suction </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Monitor dengan teliti hasil   pemeriksaan gas darah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri O2 sesuai program </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Atur ventilasi ruangan tempat   perawatan klien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi respon bayi   terhadap ventilator dan terapi O2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan tenaga   medis lainnya.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">3</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Resiko gangguan   nutrisi kurang dari kebutuhan b.d intake yang tidak adekuat</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kebutuhan nutrisi   terpenuhi setelah 3&#215;24 Jam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kriteria hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.95pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tidak terjadi penurunan   BB&gt;15%</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.95pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Muntah (-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.95pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bayi dapat minum dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
<td style="width:132.3pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="176" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi intake dan output</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi reflek menghisap   dan menelan bayi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kaji adanya sianosis pada   saat bayi minum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pasang NGT bila diperlukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Beri nutrisi sesuai kebutuhan   bayi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Timbang BB tiap hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan dokter   untuk pemberian therapy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan tim gizi   untuk pemberian diit bayi.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">4.</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kecemasan ortu b.d   kurang pengetahuan tentang kondisi bayinya.</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kecemasan berkurang   setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam waktu 1&#215;24 jam </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kriteria hasil :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Orang tua mengerti tujuan   yang dilakukan dalam pengobatan therapy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Orangtua tampak tenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:14.35pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Orang tua berpartisipasi   dalam pengobatan </span></p>
</td>
<td style="width:132.3pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="176" valign="top">
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:16.2pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jelaskan tentang kondisi bayi   .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan penjelasan tentang penyakit dan tindakan yang akan dilakukan berkaitan dengan penyakit yang diderita bayi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Libatkan orangtua dalam   perawatan bayi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan support mental </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Berikan reinforcement atas   pengertian orangtua.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:32.4pt;border-style:none solid solid;padding:0 5.4pt;" width="43" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">5.</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Resiko infeksi tali   pusat b.d invasi kuman patogem.</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><span lang="IN">Infeksi   tali pusat tidak terjadi dalam waktu 3&#215;24 jam </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kriteria hail :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:19.25pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Suhu 36-37 C</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:19.25pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tali pusat kering dan tidak   berbau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:19.25pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tidak ada tanda-tanda infeksi   pada tali pusat.</span></p>
</td>
<td style="width:132.3pt;border-style:none solid solid none;padding:0 5.4pt;" width="176" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan tehnik aceptic dan   antiseptic pada saat memotong tali pusat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jaga kebersihan daerah tali   pusat dan sekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mandikan bayi dengan air   bersih dan hangat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasi adanya perdarahan   pada tali pusat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Cuci tali pusat dengan sabun   dan segera keringkan bila tali pusat kotor atau terkena feses.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.2pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-size:7px;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Observasisuhu bayi</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=49&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/bayi-dengan-kelainan-jantung-kongenital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Askep GE</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-ge/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-ge/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:35:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Askep pada klien dengan GE PENGERTIAN. Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden,et all.1996). Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekwensi yang lebih banyak dari biasanya (FKUI,1965). Gastroenteritis adalah inflamasi pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=46&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://askep.blogspot.com/2008/03/askep-pada-klien-dengan-ge.html">Askep pada klien dengan GE</a></h3>
<p>PENGERTIAN.<br />
Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden,et all.1996).<br />
Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekwensi yang lebih banyak dari biasanya (FKUI,1965).<br />
Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam,virus dan parasit yang patogen (Whaley &amp; Wong’s,1995).<br />
Gastroenteritis adalah kondisis dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi,alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers,1995 ).<br />
Dari keempat pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa Gstroentritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekwensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri,virus dan parasit yang patogen.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">PATOFISIOLOGI.</span><br />
Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, Adenovirus enteris, Virus Norwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter, Salmonella, Escherihia Coli, Yersinia dan lainnya), parasit (Biardia Lambia, Cryptosporidium). Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus pada Gastroenteritis akut.<br />
Penularan Gastroenteritis bias melalui fekal-oral dari satu penderita ke yang lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi.<br />
Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus,isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ). Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus, sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. Gangguan multilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Akibat dari diare itu sendiri adalah kehilangan air dan elektrolit (Dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa (Asidosis Metabolik dan Hipokalemia), gangguan gizi (intake kurang, output berlebih), hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah.<br />
GEJALA KLINIS.<br />
a.Diare.<br />
b.Muntah.<br />
c.Demam.<br />
d.Nyeri Abdomen<br />
e.Membran mukosa mulut dan bibir kering<br />
f.Fontanel  Cekung<br />
g.Kehilangan berat badan<br />
h.Tidak nafsu makan<br />
i.Lemah</p>
<p><span style="font-weight:bold;">KOMPLIKASI</span><br />
a.Dehidrasi<br />
b.Renjatan hipovolemik<br />
c.Kejang<br />
d.Bakterimia<br />
e.Mal nutrisi<br />
f.Hipoglikemia<br />
g.Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus.</p>
<p>Dari komplikasi Gastroentritis,tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan  sebagai berikut :<br />
a.Dehidrasi  ringan<br />
Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis, suara serak, penderita belum jatuh pada keadaan syok.<br />
b.Dehidrasi Sedang<br />
Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek, suara serak, penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam.<br />
c.Dehidrasi Berat<br />
Kehilangan cairan 8 &#8211; 10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun, apatis sampai koma, otot-otot kaku sampai sianosis.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">PENATALAKSANAAN MEDIS</span><br />
a.Pemberian cairan.<br />
b.Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu diperhatikan :<br />
1.Memberikan asi.<br />
2.Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, mineral dan makanan yang bersih.<br />
c.Obat-obatan.</p>
<p>Keterangan :<br />
a. Pemberian cairan,pada klien Diare dengasn memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum.<br />
1.cairan per oral.<br />
Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang,cairan diberikan peroral berupa cairan yang berisikan NaCl dan Na,Hco,Kal dan Glukosa,untuk Diare akut diatas umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan,atau sedang kadar natrium 50-60 Meq/I dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula ) atau air tajin yang diberi gula dengan garam. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan dirumah sebelum dibawa kerumah sakit untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut.<br />
2.Cairan parenteral.<br />
Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau ringannya dehidrasi,yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya.<br />
2.1.Dehidrasi ringan.<br />
2.1.1. 1 jam pertama 25 – 50 ml / Kg BB / hari<br />
2.1.2. Kemudian 125 ml / Kg BB / oral<br />
2.2. Dehidrasi sedang.<br />
2.2.1. 1 jam pertama 50 – 100 ml / Kg BB / oral<br />
2.2.2. kemudian 125 ml / kg BB / hari.<br />
2.3. Dehidrasi berat.<br />
2.3.1. Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun dengan berat badan 3 – 10 kg<br />
•   1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (infus set 1 ml = 15 tetes atau 13 tetes / kg BB / menit.<br />
•   7 jam berikutnya 12 ml / kg BB / jam = 3 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ).<br />
• 16 jam berikutnya 125 ml / kg BB oralit per oral bila anak mau minum,teruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.<br />
2.3.2. Untuk anak lebih dari 2 – 5 tahun dengan berat badan 10 – 15 kg.<br />
 1 jam pertama 30 ml / kg BB / jam atau 8 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 15 tetes ) atau 10 tetes / kg BB / menit ( 1 ml = 20 tetes ).<br />
 7 jam kemudian 127 ml / kg BB oralit per oral,bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.<br />
2.3.3. Untuk anak lebih dari 5 – 10 tahun dengan berat badan 15 – 25 kg.<br />
 1 jam pertama 20 ml / kg BB / jam atau 5 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ).<br />
 16 jam berikutnya 105 ml / kg BB oralit per oral.<br />
2.4. Diatetik ( pemberian makanan ).<br />
Terafi diatetik adalah pemberian makan dan minum khusus kepada penderita dengan tujuan meringankan,menyembuhkan serta menjaga kesehatan penderita.<br />
Hal – hal yang perlu diperhatikan :<br />
2.4.1.    Memberikan Asi.<br />
2.4.2. Memberikan bahan makanan yang mengandung cukup kalori,protein,mineral dan vitamin,makanan harus bersih.<br />
2.5. Obat-obatan.<br />
2.5.1. Obat anti sekresi.<br />
2.5.2. Obat anti spasmolitik.<br />
2.5.3. Obat antibiotik.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">PEMERIKSAAN PENUNJANG</span><br />
1. Pemeriksaan laboratorium.<br />
1.1. Pemeriksaan tinja.<br />
1.2. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah astrup,bila memungkinkan dengan menentukan PH keseimbangan analisa gas darah atau astrup,bila memungkinkan.<br />
1.3. Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin untuk mengetahui pungsi ginjal.<br />
2. pemeriksaan elektrolit intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kuantitatif,terutama dilakukan pada penderita diare kronik.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">TUMBUH KEMBANG ANAK</span><br />
Berdasarkan pengertian yang didapat,penulis menguraikan tentang pengertian dari pertumbuhan adalah berkaitan dengan masa pertumbuhan dalam besar, jumlah, ukuran atau dengan dimensi tentang sel organ individu, sedangkan perkembangan adalah menitik beratkan pada aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ individu termasuk perubahan aspek dan emosional.<br />
Anak adalah merupakan makhluk yang unik dan utuh, bukan merupakan orang dewasa kecil, atau kekayaan orang tua yang nilainya dapat dihitung secara ekonomi.<br />
Tujuan keperawatan anak adalah meningkatkan maturasi yang sehat bagi anak, baik secara fisik, intelektual dan emosional secara sosial dan konteks keluarga dan masyarakat.<br />
Tumbuh kembang pada bayi usia 6 bulan.<br />
d. Motorik halus.<br />
1. Mulai belajar meraih benda-benda yang ada didalam jangkauan ataupun diluar.<br />
2. Menangkap objek atau benda-benda dan menjatuhkannya<br />
3. Memasukkan benda kedalam mulutnya.<br />
4. Memegang kaki dan mendorong ke arah mulutnya.<br />
5. Mencengkram dengan seluruh telapak tangan.<br />
e. Motorik kasar.<br />
1. Mengangkat kepala dan dada sambil bertopang tangan.<br />
2. Dapat tengkurap dan berbalik sendiri.<br />
3. Dapat merangkak mendekati benda atau seseorang.<br />
f. Kognitif.<br />
1. Berusaha memperluas lapangan.<br />
2. Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain.<br />
3. Mulai mencari benda-benda yang hilang.<br />
g. Bahasa.<br />
Mengeluarkan suara ma, pa, ba walaupun kita berasumsi ia sudah dapat memanggil kita, tetapi sebenarnya ia sama sekali belum mengerti.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">DAMPAK HOSPITALISASI TERHADAP ANAK.</span><br />
a. Separation ansiety<br />
b. Tergantung pada orang tua<br />
c. Stress bila berpisah dengan orang yang berarti<br />
d. Tahap putus asa : berhenti menangis, kurang aktif, tidak mau makan, main,<br />
menarik diri, sedih, kesepian dan apatis<br />
e. Tahap menolak : Samar-samar seperti menerima perpisahan, menerima hubungan<br />
dengan orang lain dan menyukai lingkungan<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
PENGKAJIAN.</span><br />
Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data,analisa data dan penentuan masalah. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi,observasi,psikal assessment. Kaji data menurut Cyndi Smith Greenberg,1992 adalah :<br />
1. Identitas klien.<br />
2. Riwayat keperawatan.<br />
2.1. Awalan serangan : Awalnya anak cengeng,gelisah,suhu tubuh meningkat,anoreksia kemudian timbul diare.<br />
2.2. Keluhan utama : Faeces semakin cair,muntah,bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi,berat badan menurun. Pada bayi ubun-ubun besar cekung,tonus dan turgor kulit berkurang,selaput lendir mulut dan bibir kering,frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer.<br />
3. Riwayat kesehatan masa lalu.<br />
Riwayat penyakit yang diderita,riwayat pemberian imunisasi.<br />
4. Riwayat psikososial keluarga.<br />
Dirawat akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga,kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak,setelah menyadari penyakit anaknya,mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.<br />
5. Kebutuhan dasar.<br />
5.1. Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari,BAK sedikit atau jarang.<br />
5.2. Pola nutrisi : diawali dengan mual,muntah,anopreksia,menyebabkan penurunan berat badan pasien.<br />
5.3. Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman.<br />
5.4. Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya.<br />
5.5. Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lamah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen.<br />
6. Pemerikasaan fisik.<br />
6.1. Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah,kesadran composmentis sampai koma,suhu tubuh tinggi,nadi cepat dan lemah,pernapasan agak cepat.<br />
6.2.   Pemeriksaan sistematik :<br />
6.2.1. Inspeksi : mata cekung,ubun-ubun  besar,selaput lendir,mulut dan bibir kering,berat badan menurun,anus kemerahan.<br />
6.2.2. Perkusi : adanya distensi abdomen.<br />
6.2.3. Palpasi : Turgor kulit kurang elastis<br />
6.2.4. Auskultasi : terdengarnya bising usus.<br />
6.3.   Pemeriksaan tinglkat tumbuh kembang.<br />
Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun.<br />
6.4.  Pemeriksaan penunjang.<br />
Pemeriksaan tinja,darah lengkap dan doodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif.<br />
DIAGNOSA KEPERWATAN.<br />
1. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.<br />
2. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah.<br />
3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi,frekwensi BAB yang berlebihan.<br />
4. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.<br />
5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit,prognosis dan pengobatan.<br />
6. Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua,prosedur yang menakutkan.<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
INTERVENSI</span><br />
Diagnosa 1.<br />
Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.<br />
Tujuan .<br />
Devisit cairan dan elektrolit teratasi<br />
Kriteria hasil<br />
Tanda-tanda dehidrasi tidak ada, mukosa mulut dan bibir lembab, balan cairan seimbang<br />
Intervensi<br />
Observasi tanda-tanda vital. Observasi tanda-tanda dehidrasi. Ukur infut dan output cairan (balanc ccairan). Berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang lebih 2000 – 2500 cc per hari. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi cairan, pemeriksaan lab elektrolit. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian cairan rendah sodium.</p>
<p>Diagnosa 2.<br />
Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah.<br />
Tujuan<br />
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi<br />
Kriteria hasil<br />
Intake nutrisi klien meningkat, diet habis 1 porsi yang disediakan, mual,muntah tidak ada.<br />
Intervensi<br />
Kaji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi. Timbang berat badan klien. Kaji factor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi. Lakukan pemerikasaan fisik abdomen (palpasi,perkusi,dan auskultasi). Berikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering. Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien.</p>
<p>Diagnosa 3.<br />
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi,frekwensi BAB yang berlebihan.<br />
Tujuan :<br />
Gangguan integritas kulit teratasi<br />
Kriteria hasil :<br />
Integritas kulit kembali normal, iritasi tidak ada, tanda-tanda infeksi tidak ada<br />
Intervensi :<br />
Ganti popok anak jika basah. Bersihkan bokong perlahan sabun non alcohol. Beri zalp seperti zinc oxsida bila terjadi iritasi pada kulit. Observasi bokong dan perineum dari infeksi. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi antipungi sesuai indikasi.</p>
<p>Diagnosa 4.<br />
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.<br />
Tujuan :<br />
Nyeri dapat teratasi<br />
Kriteria hasil :<br />
Nyeri dapat berkurang / hiilang, ekspresi wajah tenang<br />
Intervensi :<br />
Observasi tanda-tanda vital. Kaji tingkat rasa nyeri. Atur posisi yang nyaman bagi klien. Beri kompres hangat pada daerah abdoment. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi analgetik sesuai indikasi.</p>
<p>Diagnosa 5.<br />
Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit,prognosis dan pengobatan.<br />
Tujuan<br />
Pengetahuan keluarga meningkat<br />
Kriteria hasil :<br />
Keluarga klien mengeri dengan proses penyakit klien, ekspresi wajah tenang, keluarga tidak banyak bertanya lagi tentang proses penyakit klien.<br />
Intervensi :<br />
Kaji tingkat pendidikan keluarga klien. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit klien. Jelaskan tentang proses penyakit klien dengan melalui penkes. Berikan kesempatan pada keluarga bila ada yang belum dimengertinya. Libatkan keluarga dalam pemberian tindakan pada klien.</p>
<p>Diagnosa 6.<br />
Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua,prosedur yang menakutkan.<br />
Tujuan :<br />
Klien akan memperlihatkan penurunan tingkat kecemasan<br />
Intervensi :<br />
Kaji tingkat kecemasan klien. Kaji faktor pencetus cemas. Buat jadwal kontak dengan klien. Kaji hal yang disukai klien. Berikan mainan sesuai kesukaan klien. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan. Anjurkan pada keluarga unrtuk selalu mendampingi klien.</p>
<p>EVALUASI.<br />
1.Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan.<br />
2.Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhantubuh.<br />
3.Integritas kulit kembali noprmal.<br />
4.Rasa nyaman terpenuhi.<br />
5.Pengetahuan kelurga meningkat.<br />
6.Cemas pada klien teratasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=46&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-ge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asuhan keperawatan pada anak dengan Atrium Septal Defek (ASD)</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-atrium-septal-defek-asd/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-atrium-septal-defek-asd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Asuhan keperawatan pada anak dengan Atrium Septal Defek (ASD) Pengertian Atrial Septal Defect adalah adanya hubungan (lubang) abnormal pada sekat yang memisahkan atrium kanan dan atrium kiri. Kelainan jantung bawaan yang memerlukan pembedahan jantung terbuka adalah defek sekat atrium. Defek sekat atrium adalah hubungan langsung antara serambi jantung kanan dan kiri melalui sekatnya karena kegagalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=43&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://askep.blogspot.com/2008/04/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan.html">Asuhan keperawatan pada anak dengan Atrium Septal Defek (ASD)</a></h3>
<p><span><strong>Pengertian</strong></span><br />
Atrial Septal Defect adalah adanya hubungan (lubang) abnormal pada sekat yang memisahkan atrium kanan dan atrium kiri. Kelainan jantung bawaan yang memerlukan pembedahan jantung terbuka adalah defek sekat atrium. Defek sekat atrium adalah hubungan langsung antara serambi jantung kanan dan kiri melalui sekatnya karena kegagalan pembentukan sekat. Defek ini dapat berupa defek sinus venousus di dekat muara vena kava superior, foramen ovale terbuka pada umumnya menutup spontan setelah kelahiran, defek septum sekundum yaitu kegagalan pembentukan septum sekundum dan defek septum primum adalah kegagalan penutupan septum primum yang letaknya dekat sekat antar bilik atau pada bantalan endokard. Macam-macam defek sekat ini harus ditutup dengan tindakan bedah sebelum terjadinya pembalikan aliran darah melalui pintasan ini dari kanan ke kiri sebagai tanda timbulnya sindrome Eisenmenger. Bila sudah terjadi pembalikan aliran darah, maka pembedahan dikontraindikasikan. Tindakan bedah berupa penutupan dengan menjahit langsung dengan jahitan jelujur atau dengan menambal defek dengan sepotong dakron.<br />
Tiga macam variasi yang terdapat pada ASD, yaitu<br />
1. Ostium Primum (ASD 1), letak lubang di bagian bawah septum, mungkin disertai kelainan katup mitral.<br />
2. Ostium Secundum (ASD 2), letak lubang di tengah septum.<br />
3. Sinus Venosus Defek, lubang berada diantara Vena Cava Superior dan Atrium Kanan.</p>
<p><span><strong>Patofisiologi</strong></span><br />
Pada kasus Atrial Septal Defect yang tidak ada komplikasi, darah yang mengandung oksigen dari Atrium Kiri mengalir ke Atrium Kanan tetapi tidak sebaliknya. Aliran yang melalui defek tersebut merupakan suatu proses akibat ukuran dan complain dari atrium tersebut. Normalnya setelah bayi lahir complain ventrikel kanan menjadi lebih besar daripada ventrikel kiri yang menyebabkan ketebalan dinding ventrikel kanan berkurang. Hal ini juga berakibatvolume serta ukuran atrium kanan dan ventrikel kanan meningkat. Jika complain ventrikel kanan terus menurun akibat beban yang terus meningkat shunt dari kiri kekanan bisa berkurang. Pada suatu saat sindroma Eisenmenger bisa terjadi akibat penyakit vaskuler paru yang terus bertambah berat. Arah shunt pun bisa berubah menjadi dari kanan kekiri sehingga sirkulasi darah sistemik banyak mengandung darah yang rendah oksigen akibatnya terjadi hipoksemi dan sianosis.</p>
<p><span>Etiologi</span><br />
Penyebabnya belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian ASD.<br />
Faktor-faktor tersebut diantaranya :<br />
1. Faktor Prenatal<br />
a. Ibu menderita infeksi Rubella<br />
b. Ibu alkoholisme<br />
c. Umur ibu lebih dari 40 tahun<br />
d. Ibu menderita IDDM<br />
e. Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu<br />
2. Faktor genetik<br />
a. Anak yang lahir sebelumnya menderita PJB<br />
b. Ayah atau ibu menderita PJB<br />
c. Kelainan kromosom misalnya Sindroma Down<br />
d. Lahir dengan kelainan bawaan lain</p>
<p>Gangguan hemodinamik<br />
Tekanan di Atrium kiri lebih tinggi daripada tekanan di Atrium Kanan sehingga memungkinkan aliran darah dari Atrium Kiri ke Atrium Kanan.</p>
<p>Manifestasi<br />
1. Bising sistolik tipe ejeksi di daerah sela iga dua/tiga pinggir sternum kiri.<br />
2. Dyspnea<br />
3. Aritmia</p>
<p>Pemeriksaan penunjang<br />
1. Laboratorium<br />
2. Foto thorax<br />
3. EKG ; deviasi aksis ke kiri pada ASD primum dan deviasi aksis ke kanan pada ASD Secundum; RBBB,RVH<br />
4. Echo<br />
5. Kateterisasi jantung ; prosedur diagnostik dimana kateter radiopaque dimasukan kedalam serambi jantung melalui pembuluh darah perifer, diobservasi dengan fluoroskopi atau intensifikasi pencitraan; pengukuran tekanan darah dan sample darah memberikan sumber-sumber informasi tambahan.<br />
6. TEE (Trans Esophageal Echocardiography)</p>
<p>Komplikasi<br />
1. Gagal Jantung<br />
2. Penyakit pembuluh darah paru<br />
3. Endokarditis<br />
4. Aritmia</p>
<p>Terapi medis/pemeriksaan penunjang<br />
1. Pembedahan penutupan defek dianjurkan pada saat anak berusia 5-10 tahun. Prognosis sangat ditentukan oleh resistensi kapiler paru, dan bila terjadi sindrome Eisenmenger, umumnya menunjukkan prognosis buruk.<br />
2. Amplazer Septal Ocluder<br />
3. Sadap jantung (bila diperlukan).</p>
<p><span><strong>Asuhan Keperawatan</strong></span></p>
<p>1. Pengkajian<br />
a. Lakukan pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan yang mendetail terhadap jantung.<br />
b. Lakukan pengukuran tanda-tanda vital.<br />
c. Kaji tampilan umum, perilaku, dan fungsi:<br />
- Inspeksi :<br />
Status nutrisi¬¬ – Gagal tumbuh atau penambahan berat badan yang buruk berhubungan dengan penyakit jantung.<br />
Warna – Sianosis adalah gambaran umum dari penyakit jantung kongenital, sedangkan pucat berhubungan dengan anemia, yang sering menyertai penyakit jantung.<br />
Deformitas dada – Pembesaran jantung terkadang mengubah konfigurasi dada.<br />
Pulsasi tidak umum – Terkadang terjadi pulsasi yang dapat dilihat.<br />
Ekskursi pernapasan – Pernapasan mudah atau sulit (mis; takipnea, dispnea, adanya dengkur ekspirasi).<br />
Jari tabuh – Berhubungan dengan beberapa type penyakit jantung kongenital.<br />
Perilaku – Memilih posisi lutut dada atau berjongkok merupakan ciri khas dari beberapa jenis penyakit jantung.<br />
- Palpasi dan perkusi :<br />
Dada – Membantu melihat perbedaan antara ukuran jantung dan karakteristik lain (seperti thrill-vibrilasi yang dirasakan pemeriksa saat mampalpasi)<br />
Abdomen – Hepatomegali dan/atau splenomegali mungkin terlihat.<br />
Nadi perifer – Frekwensi, keteraturan, dan amplitudo (kekuatan) dapat menunjukkan ketidaksesuaian.<br />
- Auskultasi<br />
Jantung – Mendeteksi adanya murmur jantung.<br />
Frekwensi dan irama jantung – Menunjukkan deviasi bunyi dan intensitas jantung yang membantu melokalisasi defek jantung.<br />
Paru-paru – Menunjukkan ronki kering kasar, mengi.<br />
Tekanan darah – Penyimpangan terjadi dibeberapa kondisi jantung (mis; ketidaksesuaian antara ekstremitas atas dan bawah)<br />
Bantu dengan prosedur diagnostik dan pengujian – mis; ekg, radiografi, ekokardiografi, fluoroskopi, ultrasonografi, angiografi, analisis darah (jumlah darah, haemoglobin, volume sel darah, gas darah), kateterisasi jantung.</p>
<p><span>Rencana asuhan keperawatan</span><br />
1. Diagnosa keperawatan : Risiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan defek struktur.<br />
Tujuan :<br />
Klien akan menunjukkan perbaikan curah jantung.<br />
Kriteria hasil :<br />
a. Frekwensi jantung, tekanan darah, dan perfusi perifer berada pada batas normal sesuai usia.<br />
b. Keluaran urine adekuat (antara 0,5 – 2 ml/kgbb, bergantung pada usia )<br />
Intervensi keperawatan/rasional<br />
a. Beri digoksin sesuai program, dengan menggunakan kewaspadaan yang dibuat untuk mencegah toxisitas.<br />
b. Beri obat penurun afterload sesuai program<br />
c. Beri diuretik sesuai program</p>
<p>2. Diagnosa keperawatan : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan gangguan sistem transport oksigen<br />
Tujuan :<br />
Klien mempertahankan tingkat energi yang adekuat tanpa stress tambahan.<br />
Kriteria hasil :<br />
a. Anak menentukan dan melakukan aktivitas yang sesuai dengan kemampuan.<br />
b. Anak mendapatkan waktu istirahat/tidur yang tepat.<br />
Intervensi keperawatan/rasional<br />
a. Berikan periode istirahat yang sering dan periode tidur tanpa gangguan.<br />
b. Anjurkan permainan dan aktivitas yang tenang.<br />
c. Bantu anak memilih aktivitas yang sesuai dengan usia, kondisi, dan kemampuan.<br />
d. Hindari suhu lingkungan yang ekstrem karena hipertermia atau hipotermia meningkatkan kebutuhan oksigen.<br />
e. Implementasikan tindakan untuk menurunkan ansietas.<br />
f. Berespons dengan segera terhadap tangisan atau ekspresi lain dari distress.</p>
<p>3. Diagnosa keperawatan : Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan ketidakadekuatan oksigen dan nutrien pada jaringan; isolasi sosial.<br />
Tujuan :<br />
Pasien mengikuti kurva pertumbuhan berat badan dan tinggi badan.<br />
Anak mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang sesuai dengan usia<br />
Kriteria hasil :<br />
a. Anak mencapai pertumbuhan yang adekuat.<br />
b. Anak melakukan aktivitas sesuai usia<br />
c. Anak tidak mengalami isolasi sosial</p>
<p>Intervensi Keperawatan/rasional<br />
a. Beri diet tinggi nutrisi yang seimbang untuk mencapai pertumbuhan yang adekuat.<br />
b. Pantau tinggi dan berat badan; gambarkan pada grafik pertumbuhan untuk menentukan kecenderungan pertumbuhan.<br />
c. Dapat memberikan suplemen besi untuk mengatasi anemia, bila dianjurkan.<br />
d. Dorong aktivitas yang sesuai usia.<br />
e. Tekankan bahwa anak mempunyai kebutuhan yang sama terhadap sosialisasi seperti anak yang lain.<br />
f. Izinkan anak untuk menata ruangnya sendiri dan batasan aktivitas karena anak akan beristirahat bila lelah.</p>
<p>4. Diagnosa keperawatan : Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan status fisik yang lemah.<br />
Tujuan :<br />
Klien tidak menunjukkan bukti-bukti infeksi<br />
Kriteria hasil :<br />
Anak bebas dari infeksi.<br />
Intervensi Keperawatan/rasional<br />
a. Hindari kontak dengan individu yang terinfeksi<br />
b. Beri istirahat yang adekuat<br />
c. Beri nutrisi optimal untuk mendukung pertahanan tubuh alami.</p>
<p>5. Diagnosa Keperawatan : Risiko tinggi cedera (komplikasi) berhubungan dengan kondisi jantung dan terapi<br />
Tujuan :<br />
Klien/keluarga mengenali tanda-tanda komplikasi secara dini.<br />
Kriteria hasil :<br />
a. Keluarga mengenali tanda-tanda komplikasi dan melakukan tindakan yang tepat.<br />
b. Klien/keluarga menunjukkan pemahaman tentang tes diagnostik dan pembedahan.<br />
Intervensi Keperawatan/rasional<br />
a. Ajari keluarga untuk mengenali tanda-tanda komplikasi :<br />
Gagal jantung kongestif :<br />
- Takikardi, khususnya selama istirahat dan aktivitas ringan.<br />
- Takipnea<br />
- Keringat banyak di kulit kepala, khususnya pada bayi.<br />
- Keletihan<br />
- Penambahan berat badan yang tiba-tiba.<br />
- Distress pernapasan<br />
Toksisitas digoksin<br />
- Muntah (tanda paling dini)<br />
- Mual<br />
- Anoreksia<br />
- Bradikardi.<br />
Disritmia<br />
Peningkatan upaya pernapasan – retraksi, mengorok, batuk, sianosis.<br />
Hipoksemia – sianosis, gelisah.<br />
Kolaps kardiovaskular – pucat, sianosis, hipotonia.<br />
b. Ajari keluarga untuk melakukan intervensi selama serangan hipersianotik<br />
- Tempatkan anak pada posisi lutut-dada dengan kepala dan dada ditinggikan.<br />
- Tetap tenang.<br />
- Beri oksigen 100% dengan masker wajah bila ada.<br />
- Hubungi praktisi<br />
c. Jelaskan atau klarifikasi informasi yang diberikan oleh praktisi dan ahli bedah pada keluarga.<br />
d. Siapkan anak dan orang tua untuk prosedur.<br />
e. Bantu membuat keputusan keluarga berkaitan dengan pembedahan.<br />
f. Gali perasaan mengenai pilihan pembedahan.</p>
<p>6. Diagnosa Keperawatan : Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak dengan penyakit jantung (ASD)<br />
Tujuan :<br />
Klien/keluarga mengalami penurunan rasa takut dan ansietas<br />
Klien menunjukkan perilaku koping yang positif<br />
Kriteria hasil :<br />
Keluarga mendiskusikan rasa takut dan ansietasnya<br />
Keluarga menghadapi gejala anak dengan cara yang positif<br />
Intervensi Keperawatan/rasional :<br />
a. Diskusikan dengan orang tua dan anak (bila tepat) tentang ketakutan mereka dan masalah defek jantung dan gejala fisiknya pada anak karena hal ini sering menyebabkan ansietas/rasa takut.<br />
b. Dorong keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan anak selama hospitalisasi untuk memudahkan koping yang lebih baik di rumah.<br />
c. Dorong keluarga untuk memasukkan orang lain dalam perawatan anak untuk mencegah kelelahan pada diri mereka sendiri.<br />
d. Bantu keluarga dalam menentukan aktivitas fisik dan metode disiplin yang tepat untuk anak.</p>
<p>Evaluasi<br />
Proses : langsung setalah setiap tindakan<br />
Hasil : tujuan yang diharapkan<br />
1. Tanda-tanda vital anak berada dalam batas normal sesuai dengan usia<br />
2. Anak berpartisipasi dalam aktivitas fisik yang sesuai dengan usia<br />
3. Anak bebas dari komplikasi pascabedah</p>
<p>Sumber :<br />
Buku Ajar ILMU PENYAKIT DALAM (1996), Balai Penerbit FKUI, Jakarta.<br />
Buku Ajar KEPERAWATAN KARDIOVASKULER (2001), Pusat Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional Harapan Kita, Jakarta.<br />
Buku Saku Keperawatan Pediatrik (2002), Penerbit buku kedokteran EGC, Jakarta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=43&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan-atrium-septal-defek-asd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Askep Anak dengan Marasmus</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-anak-dengan-marasmus/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-anak-dengan-marasmus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:29:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Askep Anak dengan Marasmus PENGERTIAN • Marasmus adalah bentuk malnutrisi kalori protein yang terutama akibat kekurangan kalori yang berat dan kronis terutama terjadi selama tahun pertama kehidupan dan mengurusnya lemak bawah kulit dan otot. (Dorland, 1998:649). • Marasmus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalori protein. (Suriadi, 2001:196). • Marasmus adalah malnutrisi berat pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=40&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"></h3>
<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://askep.blogspot.com/2008/06/marasmus.html">Askep Anak dengan Marasmus</a></h3>
<div class="post-body entry-content">
<strong>PENGERTIAN</strong></p>
<p>• Marasmus adalah bentuk malnutrisi kalori protein yang terutama akibat kekurangan kalori yang berat dan kronis terutama terjadi selama tahun pertama kehidupan dan mengurusnya lemak bawah kulit dan otot. (Dorland, 1998:649).<br />
• Marasmus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalori protein. (Suriadi, 2001:196).<br />
• Marasmus adalah malnutrisi berat pada bayi sering ada di daerah dengan makanan tidak cukup atau higiene kurang. Sinonim marasmus diterapkan pada pola penyakit klinis yang menekankan satu ayau lebih tanda defisiensi protein dan kalori. (Nelson, 1999:212).<br />
• Zat gizi adalah zat yang diperoleh dari makanan dan digunakan oleh tubuh untuk pertumbuhan, pertahanan dan atau perbaikan. Zat gizi dikelompokkan menjadi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. (Arisman, 2004:157).<br />
• Energi yang diperoleh oleh tubuh bukan hanya diperoleh dari proses katabolisme zat gizi yang tersimpan dalam tubuh, tetapi juga berasal dari energi yang terkandung dalam makanan yang kita konsumsi.<br />
• Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi, disamping membantu pengaturan metabolisme protein. Protein dalam darah mempunyai peranan fisiologis yang penting bagi tubuh untuk :<br />
1. Mengatur tekanan air, dengan adanya tekanan osmose dari plasma protein.<br />
2. Sebagai cadangan protein tubuh.<br />
3. Mengontrol perdarahan (terutama dari fibrinogen).<br />
4. Sebagai transport yang penting untuk zat-zat gizi tertentu.<br />
5. Sebagai antibodi dari berbagai penyakit terutama dari gamma globulin.<br />
Dalam darah ada 3 fraksi protein, yaitu : Albumin, globulin, fibrinogen.</p>
<p><strong>ETIOLOGI</strong><br />
• Penyebab utama marasmus adalah kurang kalori protein yang dapat terjadi karena : diet yang tidak cukup, kebiasaan makan yang tidak tepat seperti yang hubungan dengan orangtua-anak terganggu,karena kelainan metabolik, atau malformasi kongenital. (Nelson,1999).<br />
• Marasmus dapat terjadi pada segala umur, akan tetapi yang sering dijumpai pada bayi yang tidak mendapat cukup ASI dan tidak diberi makanan penggantinya atau sering diserang diare. Marasmus juga dapat terjadi akibat berbagai penyakit lain seperti infeksi, kelainan bawaan saluran pencernaan atau jantung, malabsorpsi, gangguan metabolik, penyakit ginjal menahun dan juga gangguan pada saraf pusat. (Dr. Solihin, 1990:116).</p>
<p><strong>PATOFISIOLOGI</strong><br />
Kurang kalori protein akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori, protein, atau keduanya tidak tercukupi oleh diet. (Arisman, 2004:92). Dalam keadaan kekurangan makanan, tubuh selalu berusaha untuk mempertahankan hidup dengan memenuhi kebutuhan pokok atau energi. Kemampuan tubuh untuk mempergunakan karbohidrat, protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan, karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar, sayangnya kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit, sehingga setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. Akibatnya katabolisme protein terjadi setelah beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan ginjal. Selam puasa jaringan lemak dipecah menjadi asam lemak, gliserol dan keton bodies. Otot dapat mempergunakan asam lemak dan keton bodies sebagai sumber energi kalau kekurangan makanan ini berjalan menahun. Tubuh akan mempertahankan diri jangan sampai memecah protein lagi seteah kira-kira kehilangan separuh dari tubuh. (Nuuhchsan Lubis an Arlina Mursada, 2002:11).</p>
<p><strong>MANIFESTASI KLINIK</strong><br />
Pada mulanya ada kegagalan menaikkan berat badan, disertai dengan kehilangan berat badan sampai berakibat kurus,dengan kehilangan turgor pada kulit sehingga menjadi berkerut dan longgar karena lemak subkutan hilang dari bantalan pipi, muka bayi dapat tetap tampak relatif normal selama beberaba waktu sebelum menjadi menyusut dan berkeriput. Abdomen dapat kembung dan datar. Terjadi atropi otot dengan akibat hipotoni. Suhu biasanya normal, nadi mungkin melambat, mula-mula bayi mungkin rewe, tetapi kemudian lesu dan nafsu makan hilang. Bayi biasanya konstipasi, tetapi dapat muncul apa yang disebut diare tipe kelaparan, dengan buang air besar sering, tinja berisi mukus dan sedikit. (Nelson,1999).</p>
<p>Selain itu manifestasi marasmus adalah sebagai berikut :<br />
1. Badan kurus kering tampak seperti orangtua<br />
2. Lethargi<br />
3. Irritable<br />
4. Kulit keriput (turgor kulit jelek)<br />
5. Ubun-ubun cekung pada bayi<br />
6. Jaingan subkutan hilang<br />
7. Malaise<br />
8. Kelaparan<br />
9. Apatis</p>
<p><strong>PENATALAKSANAAN</strong><br />
1. Keadaan ini memerlukan diet yang berisi jumlah cukup protein yang kualitas biologiknya baik. Diit tinggi kalori, protein, mineral dan vitamin.<br />
2. Pemberian terapi cairan dan elektrolit.<br />
3. Penatalaksanaan segera setiap masalah akut seperti masalah diare berat.<br />
4. Pengkajian riwayat status sosial ekonomi, kaji riwayat pola makan, pengkajian antropometri, kaji manifestasi klinis, monitor hasil laboratorium, timbang berat badan, kaji tanda-tanda vital.</p>
<p>Penanganan KKP berat<br />
Secara garis besar, penanganan KKP berat dikelompokkan menjadi pengobatan awal dan rehabilitasi. Pengobatan awal ditujukan untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa, sementara fase rehabilitasi diarahkan untuk memulihkan keadaan gizi.<br />
Upaya pengobatan, meliputi :<br />
- Pengobatan/pencegahan terhadap hipoglikemi, hipotermi, dehidrasi.<br />
- Pencegahan jika ada ancamanperkembangan renjatan septik<br />
- Pengobatan infeksi<br />
- Pemberian makanan<br />
- Pengidentifikasian dan pengobatan masalah lain, seperti kekurangan vitamin, anemia berat dan payah jantung.</p>
<p>Menurut Arisman, 2004:105<br />
- Komposisi ppemberian CRO (Cairan Rehidrasi Oral) sebanyak 70-100 cc/kg BB biasanya cukup untuk mengoreksi dehidrasi.<br />
- Cara pemberian dimulai sebanyak 5 cc/kg BB setiap 30 menit selama 2 jam pertama peroral atau NGT kemudian tingkatkan menjadi 5-10 cc/kg BB/ jam.<br />
- Cairan sebanyak itu harus habis dalam 12 jam.<br />
- Pemberian ASI sebaiknya tidak dihentikan ketika pemberian CRO/intravena diberikan dalam kegiatan rehidrasi.<br />
- Berika makanan cair yang mengandung 75-100 kkal/cc, masing-masing disebut sebagai F-75 dan F-100.</p>
<p>Menurut Nuchsan Lubis<br />
Penatalaksanaan penderita marasmus yang dirawat di RS dibagi dalam beberapa tahap, yaitu :<br />
1. Tahap awal :24-48 jam pertama merupakan masa kritis, yaitu tindakan untuk menyelamatkan jiwa, antara lain mengoreksi keadaan dehidrasi atau asidosis dengan pemberian cairan IV.<br />
- cairan yang diberikan adalah larutan Darrow-Glukosa atau Ringer Laktat Dextrose 5%.<br />
- Mula-mula diberikan 60 ml/kg BB pada 4-8 jam pertama.<br />
- Kemudian 140ml sisanya diberikan dalam 16-20 jam berikutnya.<br />
- Cairan diberikan 200ml/kg BB/ hari.<br />
2. Tahap penyesuaian terhadap pemberian makanan<br />
- Pada hari-hari pertama jumlah kalori yang diberikan sebanyak 30-60 kalori/ kg BB/ hari atau rata-rata 50 kalori/ kg BB/ hari, dengan protein 1-1,5 gr/ kg BB/ hari.<br />
- Kemudian dinaikkan bertahap 1-2 hari hingga mencapai 150-175 kalori/ kg BB/ hari, dengan protein 3-5 gr/ kg BB/ hari.<br />
- Waktu yang diperlukan untuk mencapai diet TKTP ini lebih kurang 7-10 hari.</p>
<p><strong>PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK</strong><br />
1. Pemeriksaan Fisik<br />
a. Mengukur TB dan BB<br />
b. Menghitung indeks massa tubuh, yaitu BB (dalam kilogram) dibagi dengan TB (dalam meter)<br />
c. Mengukur ketebalan lipatan kulit dilengan atas sebelah belakang (lipatan trisep) ditarik menjauhi lengan, sehingga lapisan lemak dibawah kulitnya dapat diukur, biasanya dangan menggunakan jangka lengkung (kaliper). Lemak dibawah kulit banyaknya adalah 50% dari lemak tubuh. Lipatan lemak normal sekitar 1,25 cm pada laki-laki dan sekitar 2,5 cm pada wanita.<br />
d. Status gizi juga dapat diperoleh dengan mengukur LLA untuk memperkirakan jumlah otot rangka dalam tubuh (lean body massa, massa tubuh yang tidak berlemak).<br />
2. Pemeriksaan laboratorium : albumin, kreatinin, nitrogen, elektrolit, Hb, Ht, transferin.</p>
<p><strong>FOKUS INTERVENSI</strong><br />
1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake makanan tidak adekuat (nafsu makan berkurang). (Wong, 2004)<br />
Tujuan :<br />
Pasien mendapat nutrisi yang adekuat<br />
Kriteria hasil :<br />
meningkatkan masukan oral.<br />
Intervensi  :<br />
a. Dapatkan riwayat diet<br />
b. Dorong orangtua atau anggota keluarga lain untuk menyuapi anak atau ada disaat makan<br />
c. Minta anak makan dimeja dalam kelompok dan buat waktu makan menjadi menyenangkan<br />
d. Gunakan alat makan yang dikenalnya<br />
e. Perawat harus ada saat makan untuk memberikan bantuan, mencegah gangguan dan memuji anak untuk makan mereka<br />
f. Sajikan makansedikit tapi sering<br />
g. Sajikan porsi kecil makanan dan berikan setiap porsi secara terpisah</p>
<p>2. Defisit volume cairan berhubungan dengan diare. (Carpenito, 2001:140)<br />
Tujuan :<br />
Tidak terjadi dehidrasi<br />
Kriteria hasil :<br />
Mukosa bibir lembab, tidak terjadi peningkatan suhu, turgor kulit baik.<br />
Intervensi :<br />
a. Monitor tanda-tanda vital dan tanda-tanda dehidrasi<br />
b. Monitor jumlah dan tipe masukan cairan<br />
c. Ukur haluaran urine dengan akurat</p>
<p>3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan gangguan nutrisi/status metabolik. (Doengoes, 2000).<br />
Tujuan :<br />
Tidak terjadi gangguan integritas kulit<br />
Kriteria hasil :<br />
kulit tidak kering, tidak bersisik, elastisitas normal<br />
Intervesi :<br />
a. Monitor kemerahan, pucat,ekskoriasi<br />
b. Dorong mandi 2xsehari dan gunakan lotion setelah mandi<br />
c. Massage kulit Kriteria hasilususnya diatas penonjolan tulang<br />
d. Alih baring</p>
<p>4. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan pertahanan tubuh<br />
Tujuan :<br />
Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi<br />
Kriteria hasil:<br />
suhu tubuh normal 36,6 C-37,7 C,lekosit dalam batas normal</p>
<p>Intervensi :<br />
a. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan<br />
b. Pastikan semua alat yang kontak dengan pasien bersih/steril<br />
c. Instruksikan pekerja perawatan kesehatan dan keluarga dalam prosedur kontrol infeksi<br />
d. Beri antibiotik sesuai program</p>
<p>5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang nya informasi (Doengoes, 2004)<br />
Tujuan :<br />
pengetahuan pasien dan keluarga bertambah<br />
Kriteria hasil:<br />
Menyatakan kesadaran dan perubahan pola hidup,mengidentifikasi hubungan tanda dan gejala.<br />
Intervensi :<br />
a. Tentukan tingkat pengetahuan orangtua pasien<br />
b. Mengkaji kebutuhan diet dan jawab pertanyaan sesuai indikasi<br />
c. Dorong konsumsi makanan tinggi serat dan masukan cairan adekuat<br />
d. Berikan informasi tertulis untuk orangtua pasien</p>
<p>6. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan melemahnyakemampuan fisik dan ketergantungan sekunder akibat masukan kalori atau nutrisi yang tidak adekuat. (Carpenito, 2001:157).<br />
Tujuan :<br />
Anak mampu tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.<br />
Kriteria hasil :<br />
Terjadi peningkatan dalam perilaku personal, sosial, bahasa, kognitif atau aktifitas motorik sesuai dengan usianya.<br />
Intervensi :<br />
a. Ajarkan pada orangtua tentang tugas perkembangan yang sesuai dengan kelompok usia.<br />
b. Kaji tingkat perkembangan anak dengan Denver II<br />
c. Berikan kesempatan bagi anak yang sakit memenuhi tugas perkembangan<br />
d. Berikan mainan sesuai usia anak.</p>
<p>7. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan gangguan sistem transport oksigen sekunder akibat malnutrisi. (Carpenito, 2001:3)<br />
Tujuan :<br />
Anak mampu beraktifitas sesuai dengan kemampuannya.<br />
Kriteria hasil :<br />
Menunjukkan kembali kemampuan melakukan aktifitas.<br />
Intervensi :<br />
a. Berikan permainan dan aktifitas sesuai dengan usia<br />
b. Bantu semua kebutuhan anak dengan melibatkan keluarga pasien</p>
<p>8. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan rendahnya masukan protein (malnutrisi). (Carpenio, 2001:143).<br />
Tujuan :<br />
Kelebihan volume cairan tidak terjadi.<br />
Kriteria hasil  :<br />
Menyebutkan faktor-faktor penyebab dan metode-metode pencegahan edema, memperlihatkan penurunan edema perifer dan sacral.<br />
Intervensi :<br />
a. Pantau kulit terhadap tanda luka tekan<br />
b. Ubah posisi sedikitnya 2 jam<br />
c. Kaji masukan diet dan kebiasaan yang dapat menunjang retensi cairan.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=40&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-anak-dengan-marasmus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Askep Anak dengan Hirsprung</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-anak-dengan-hirsprung/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-anak-dengan-hirsprung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Askep Anak dengan Hirsprung A. Pengertian Ada beberapa pengertian mengenai Mega Colon, namun pada intinya sama yaitu penyakit yang disebabkan oleh obstruksi mekanis yang disebabkan oleh tidak adekuatnya motilitas pada usus sehingga tidak ada evakuasi usus spontan dan tidak mampunya spinkter rectum berelaksasi. Hirschsprung atau Mega Colon adalah penyakit yang tidak adanya sel – sel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=38&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://askep.blogspot.com/2008/06/askep-anak-dengan-hirsprung.html">Askep Anak dengan Hirsprung</a></h3>
<p><strong>A. Pengertian</strong><br />
Ada beberapa pengertian mengenai Mega Colon, namun pada intinya sama yaitu penyakit yang disebabkan oleh obstruksi mekanis yang disebabkan oleh tidak adekuatnya motilitas pada usus sehingga tidak ada evakuasi usus spontan dan tidak mampunya spinkter rectum berelaksasi.<br />
Hirschsprung atau Mega Colon adalah penyakit yang tidak adanya sel – sel ganglion dalam rectum atau bagian rektosigmoid Colon. Dan ketidak adaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya peristaltik serta tidak adanya evakuasi usus spontan ( Betz, Cecily &amp; Sowden : 2000 ). Penyakit Hirschsprung atau Mega Kolon adalah kelainan bawaan penyebab gangguan pasase usus tersering pada neonatus, dan kebanyakan terjadi pada bayi aterm dengan berat lahir  3 Kg, lebih banyak laki – laki dari pada perempuan. ( Arief Mansjoeer, 2000 ).</p>
<p><strong>B. Etiologi</strong><br />
Adapun yang menjadi penyebab Hirschsprung atau Mega Colon itu sendiri adalah diduga terjadi karena faktor genetik dan lingkungan sering terjadi pada anak dengan Down syndrom, kegagalan sel neural pada masa embrio dalam dinding usus, gagal eksistensi, kranio kaudal pada myentrik dan sub mukosa dinding plexus.</p>
<p><strong>C. Patofisiologi</strong><br />
Istilah congenital aganglionic Mega Colon menggambarkan adanya kerusakan primer dengan tidak adanya sel ganglion pada dinding sub mukosa kolon distal. Segmen aganglionic hampir selalu ada dalam rectum dan bagian proksimal pada usus besar. Ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya gerakan tenaga pendorong ( peristaltik ) dan tidak adanya evakuasi usus spontan serta spinkter rectum tidak dapat berelaksasi sehingga mencegah keluarnya feses secara normal yang menyebabkan adanya akumulasi pada usus dan distensi pada saluran cerna. Bagian proksimal sampai pada bagian yang rusak pada Mega Colon ( Betz, Cecily &amp; Sowden, 2002:197).<br />
Semua ganglion pada intramural plexus dalam usus berguna untuk kontrol kontraksi dan relaksasi peristaltik secara normal.<br />
Isi usus mendorong ke segmen aganglionik dan feses terkumpul didaerah tersebut, menyebabkan terdilatasinya bagian usus yang proksimal terhadap daerah itu karena terjadi obstruksi dan menyebabkan dibagian Colon tersebut melebar ( Price, S &amp; Wilson, 1995 : 141 ).</p>
<p><strong>D. Manifestasi Klinis</strong><br />
Bayi baru lahir tidak bisa mengeluarkan Meconium dalam 24 – 28 jam pertama setelah lahir. Tampak malas mengkonsumsi cairan, muntah bercampur dengan cairan empedu dan distensi abdomen. (Nelson, 2000 : 317).<br />
Gejala Penyakit Hirshsprung adalah obstruksi usus letak rendah, bayi dengan Penyakit Hirshsprung dapat menunjukkan gejala klinis sebagai berikut. Obstruksi total saat lahir dengan muntaah, distensi abdomen dan ketidakadaan evakuasi mekonium. Keterlambatan evakuasi meconium diikuti obstruksi konstipasi, muntah dan dehidrasi. Gejala rigan berupa konstipasi selama beberapa minggu atau bulan yang diikuti dengan obstruksi usus akut. Konstipasi ringan entrokolitis dengan diare, distensi abdomen dan demam. Adanya feses yang menyemprot pas pada colok dubur merupakan tanda yang khas. Bila telah timbul enterokolitis nikrotiskans terjadi distensi abdomen hebat dan diare berbau busuk yang dapat berdarah ( Nelson, 2002 : 317 ).<br />
1. Anak – anak<br />
a Konstipasi<br />
b Tinja seperti pita dan berbau busuk<br />
c Distenssi abdomen<br />
d Adanya masa difecal dapat dipalpasi<br />
e Biasanya tampak kurang nutrisi dan anemi ( Betz cecily &amp; sowden, 2002 : 197 ).<br />
2. Komplikasi<br />
a Obstruksi usus<br />
b Konstipasi<br />
c Ketidak seimbangan cairan dan elektrolit<br />
d Entrokolitis<br />
e Struktur anal dan inkontinensial ( pos operasi ) ( Betz cecily &amp; sowden, 2002 : 197 )</p>
<p><strong>E. Pemeriksaan Penunjang</strong><br />
1. Pemeriksaan dengan barium enema, dengan pemeriksaan ini akan bisa ditemukan :<br />
a Daerah transisi<br />
b Gambaran kontraksi usus yang tidak teratur di bagian usus yang menyempit<br />
c Entrokolitis padasegmen yang melebar<br />
d Terdapat retensi barium setelah 24 – 48 jam ( Darmawan K, 2004 : 17 )<br />
2. Biopsi isap<br />
Yaitu mengambil mukosa dan sub mukosa dengan alat penghisap dan mencari sel ganglion pada daerah sub mukosa ( Darmawan K, 2004 :17 )<br />
3. Biopsi otot rektum<br />
Yaitu pengambilan lapisan otot rektum<br />
4. Periksaan aktivitas enzim asetil kolin esterase dari hasil biobsi isap pada penyakit ini khas terdapat peningkatan, aktifitas enzimasetil kolin esterase ( Darmawan K, 2004 : 17 )<br />
5. Pemeriksaan aktivitas norepinefrin dari jaringan biopsi usus<br />
( Betz, cecily &amp; Sowden, 2002 : 197 )<br />
6. Pemeriksaan colok anus<br />
Pada pemeriksaan ini jari akan merasakan jepitan dan pada waktu tinja yang menyemprot. Pemeriksaan ini untuk mengetahu bahu dari tinja, kotoran yang menumpuk dan menyumbat pada usus di bagian bawah dan akan terjadi pembusukan.</p>
<p><strong>F. Penatalaksanaan</strong><br />
1. Medis<br />
Penatalaksaan operasi adalah untuk memperbaiki portion aganglionik di usus besar untuk membebaskan dari obstruksi dan mengembalikan motilitas usus besar sehingga normal dan juga fungsi spinkter ani internal.<br />
Ada dua tahapan dalam penatalaksanaan medis yaitu :<br />
a Temporari ostomy dibuat proksimal terhadap segmen aganglionik untuk melepaskan obstruksi dan secara normal melemah dan terdilatasinya usus besar untuk mengembalikan ukuran normalnya.<br />
b Pembedahan koreksi diselesaikan atau dilakukan lagi biasanya saat berat anak mencapai sekitar 9 Kg ( 20 pounds ) atau sekitar 3 bulan setelah operasi pertama ( Betz Cecily &amp; Sowden 2002 : 98 )<br />
Ada beberapa prosedur pembedahan yang dilakukan seperti Swenson, Duhamel, Boley &amp; Soave. Prosedur Soave adalah salah satu prosedur yang paling sering dilakukan terdiri dari penarikan usus besar yang normal bagian akhir dimana mukosa aganglionik telah diubah ( Darmawan K 2004 : 37 )<br />
2. Perawatan<br />
Perhatikan perawatan tergantung pada umur anak dan tipe pelaksanaanya bila ketidakmampuan terdiagnosa selama periode neonatal, perhatikan utama antara lain :<br />
a Membantu orang tua untuk mengetahui adanya kelainan kongenital pada anak secara dini<br />
b Membantu perkembangan ikatan antara orang tua dan anak<br />
c Mempersiapkan orang tua akan adanya intervensi medis ( pembedahan )<br />
d Mendampingi orang tua pada perawatan colostomy setelah rencana pulang ( FKUI, 2000 : 1135 )<br />
Pada perawatan preoperasi harus diperhatikan juga kondisi klinis anak – anak dengan mal nutrisi tidak dapat bertahan dalam pembedahan sampai status fisiknya meningkat. Hal ini sering kali melibatkan pengobatan simptomatik seperti enema. Diperlukan juga adanya diet rendah serat, tinggi kalori dan tinggi protein serta situasi dapat digunakan nutrisi parenteral total ( NPT )</p>
<p><strong>Konsep Tumbuh Kembang Anak</strong><br />
Konsep tumbuh kembang anak difokuskan pada usia todler yakni 1 – 3 tahun bisa juga dimasukkan dalam tahapan pre operasional yakni umur 2 – 7 tahun. Menurut Yupi. S ( 2004 ) berdasarkan teori peaget bahwa masa ini merupakan gambaran kongnitif internal anak tentang dunia luar dengan berbagai kompleksitasnya yang tumbuh secara bertahap merupakan suatu masa dimana pikiran agak terbatas. Anak mampu menggunakan simbul melalui kata – kata, mengingat sekarang dan akan datang. Anak mampu membedakan dirinya sendiri dengan objek dalam dunia sekelilingnya baik bahasa maupun pikiranya bercirikan egesenterisme, ia tidak mahu menguasai ide persamaan terutama berkaitan dengan masalah–masalah secara logis, tetapi dalam situasi bermain bebas ia cenderung untuk memperlihatkan perilaku logis dan berakal sehat pada tahap ini akan mulai mengenal tubuhnya<br />
Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang dapat diukur dengan ukuran berat ( gram, pounnd, kilogram ). Ukuran panjang ( cm, meter ). Umur tulang dan keseimbangan metabolik ( retensi kalium dan nitrogen tubuh ). Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi yang lebih komplek dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan ( Soetjiningsih, 1998: 1 ).<br />
Pada pertumbuhan fisik dapat dinilai pertambahan berat badan sebanyak 2,2 Kg/ tahun dan tinggi badan akan bertambah kira – kira 7,5 cm/ tahun. Proporsi tumbuh berubah yaitu lengan dan kaki tumbuh lebih cepat dari pada kepala dan badan lorosis lumbal pada medulla spinalis kurang terlihat dan tungkai mempunyai tampilan yang bengkok. Lingkar kepala meningkat 2,5 cm/ tahun dan fontanella anterior menutup pada usia 15 bulan. Gigi molar pertama dan molar kedua serta gigi taring mulai muncul ( Betz &amp; Sowden, 2002: 546 ).</p>
<p><strong>1.  Strategi Pengurangan Dampak Hospitalisasi Pada Usia Todler</strong><br />
Pada usia todler anak cenderung egosentris maka dalam menjelaskan prosedur dalam hubungan dengan cara apa yang akan anak lihat, dengar, bau, raba dan rasakan. Katakan pada anak tidak apa- apa menangis atau gunakan ekspresi verbal untuk mengatakan tidak nyaman.<br />
Pada usia ini juga mengalami keterbatasan kemampuan berkomunikasi lebih sering menggunakan perilaku atau sikap. Sedikit pendekatan yang sederhana menggunkan contoh peralatan yang kecil ( ijinkan anak untuk memegang peralatan ) menggunakan permainan.<br />
Pada usia ini menjadikan hubungan yang sulit antara anak dengan perawat diperlukan orang tua pada keadaan ini, apapun cara yang dilakukan anaka harus merupakan pertimbangan pertama. Ibu harus didorong untuk tinggal atau paling sedikit mengunjungi anaknya sesering mungkin ( Yupi, S 2004).</p>
<p><strong>2. Fokus Intervensi</strong><br />
a. Konstipasi berhubungan dengan obstruksi ketidakmampuan Kolon mengevakuasi feces ( Wong, Donna, 2004 : 508 )<br />
Tujuan :<br />
1. anak dapat melakukan eliminasi dengan beberapa adaptasi sampai fungsi eliminasi secara normal dan bisa dilakukan<br />
Kriteria Hasil<br />
1. Pasien dapat melakukan eliminasi dengan beberapa adapatasi<br />
2. Ada peningkatan pola eliminasi yang lebih baik<br />
Intervensi :<br />
1. Berikan bantuan enema dengan cairan Fisiologis NaCl 0,9 %<br />
2. Observasi tanda vital dan bising usus setiap 2 jam sekali<br />
3. Observasi pengeluaran feces per rektal – bentuk, konsistensi, jumlah<br />
4. Observasi intake yang mempengaruhi pola dan konsistensi feses<br />
5. Anjurkan untuk menjalankan diet yang telah dianjurkan<br />
b. Perubahan nutrisi kurang dan kebutuhan tubuh berhubungan dengan saluran pencernaan mual dan muntah<br />
Tujuan :<br />
1. Pasien menerima asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan diet yang dianjurkan<br />
Kriteria Hasil<br />
1. Berat badan pasien sesuai dengan umurnya<br />
2. Turgor kulit pasien lembab<br />
3. Orang tua bisa memilih makanan yang di anjurkan<br />
Intervensi<br />
1. Berikan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan diet yang dianjurkan<br />
2. Ukur berat badan anak tiap hari<br />
3. Gunakan rute alternatif pemberian nutrisi ( seperti NGT dan parenteral ) untuk mengantisipasi pasien yang sudah mulai merasa mual dan muntah<br />
c. Resiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan intake yang kurang (Betz, Cecily &amp; Sowden 2002:197)<br />
Tujuan :<br />
1. Status hidrasi pasien dapat mencukupi kebutuhan tubuh<br />
Kriteria Hasil<br />
1. Turgor kulit lembab.<br />
2. Keseimbangan cairan.<br />
Intervensi<br />
1. Berikan asupan cairan yang adekuat pada pasien<br />
2. Pantau tanda – tanda cairan tubuh yang tercukupi turgor, intake – output<br />
3. Observasi adanay peningkatan mual dan muntah antisipasi devisit cairan tubuh dengan segera<br />
d. Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit dan pengobatanya. ( Whaley &amp; Wong, 2004 ).<br />
Tujuan : pengetahuan pasien tentang penyakitnyaa menjadi lebih adekuat<br />
Kriteria hasil :<br />
1. Pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakitnyaa, perawatan dan obat – obatan. Bagi penderita Mega Colon meningkat daan pasien atau keluarga mampu menceritakanya kembali<br />
Intervensi<br />
1. Beri kesempatan pada keluarga untuk menanyakan hal – hal yang ingn diketahui sehubunagndengan penyaakit yang dialami pasien<br />
2. Kaji pengetahuan keluarga tentang Mega Colon<br />
3. Kaji latar belakang keluarga<br />
4. Jelaskan tentang proses penyakit, diet, perawatan serta obat – obatan pada keluarga pasien<br />
5. Jelaskan semua prosedur yang akan dilaksanakan dan manfaatnya bagi pasien.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=38&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-anak-dengan-hirsprung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>askep Luka bakar</title>
		<link>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-luka-bakar/</link>
		<comments>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-luka-bakar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 10:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanikamioji</dc:creator>
				<category><![CDATA[askep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-luka-bakar/</guid>
		<description><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA pasien DENGAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO) Definisi Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam (Irna Bedah RSUD Dr.Soetomo, 2001). Etiologi Luka Bakar Suhu Tinggi(Thermal Burn) Gas Cairan Bahan padat (Solid) Luka Bakar Bahan Kimia (hemical Burn) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=36&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yiv1578049821">
<h2 class="title"><a title="Permanent Link to ASUHAN KEPERAWATAN  PADA pasien DENGAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO)" rel="nofollow" href="http://perawat.web.id/2009/02/27/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan-luka-bakar-combustio/" target="_blank">ASUHAN KEPERAWATAN  PADA pasien DENGAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO)</a></h2>
<div style="clear:both;margin-top:20px;"></div>
<div class="entry">
<h3><strong>Definisi</strong></h3>
<ul>Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam (Irna Bedah RSUD Dr.Soetomo, 2001).</ul>
<h3><strong>Etiologi</strong></h3>
<ol type="1">
<li>Luka Bakar Suhu    Tinggi(Thermal Burn)</li>
</ol>
<ul>
<li>
<ol type="a">
<li>Gas</li>
<li>Cairan</li>
<li>Bahan padat (Solid)</li>
</ol>
</li>
</ul>
<ol type="1">
<li>Luka Bakar Bahan    Kimia (hemical Burn)</li>
</ol>
<ol type="1">
<li>Luka Bakar Sengatan    Listrik (Electrical Burn)</li>
</ol>
<ol type="1">
<li>Luka Bakar Radiasi    (Radiasi Injury)</li>
</ol>
<h3><strong>Fase Luka  Bakar</strong></h3>
<ol>
<li>
<ol type="A">
<li><strong>Fase akut.</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas), brething (mekanisme bernafas), dan circulation (sirkulasi). Gnagguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terbakar, namun masih dapat terjadi obstruksi saluran pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. Cedera inhalasi adalah penyebab kematian utama penderiat pada fase akut.</ul>
<ul>Pada fase akut sering terjadi gangguan  keseimbangan cairan dan elektrolit akibat cedera termal yang berdampak  sistemik.</ul>
<ol>
<li>
<ol type="A">
<li><strong>Fase sub akut.</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>Berlangsung setelah fase syok teratasi. Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak denga sumber panas. Luka yang terjadi menyebabkan:</ul>
<ol type="1">
<li>Proses inflamasi    dan infeksi.</li>
<li>Problempenuutpan luka dengan titik perhatian pada luka telanjang atau tidak berbaju epitel luas dan atau pada struktur atau organ &#8211; organ fungsional.</li>
<li>Keadaan hipermetabolisme.</li>
</ol>
<ol>
<li>
<ol type="A">
<li><strong>Fase lanjut.</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ-organ fungsional. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertropik, kleoid, gangguan pigmentasi, deformitas dan kontraktur.</ul>
<h3><strong>Klasifikasi  Luka Bakar</strong></h3>
<ol type="A">
<li><strong>Dalamnya luka    bakar.</strong></li>
</ol>
<p><a rel="nofollow" name="0.1_table01"></a></p>
<table border="2" cellspacing="0" width="613">
<tbody>
<tr valign="top">
<td height="21"><strong>Kedalaman</strong></td>
<td><strong>Penyebab</strong></td>
<td><strong>Penampilan</strong></td>
<td><strong>Warna</strong></td>
<td><strong>Perasaan</strong></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Ketebalan    partial superfisial(tingkat I)</td>
<td>Jilatan api, sinar ultra violet    (terbakar oleh matahari).</td>
<td>Kering tidak ada gelembung.Oedem minimal    atau tidak ada.</p>
<p>Pucat bila    ditekan dengan ujung jari, berisi kembali bila tekanan dilepas.</td>
<td>Bertambah merah.</td>
<td>Nyeri</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Lebih dalam    dari ketebalan partial(tingkat II)</p>
<ul type="disc">
<li>Superfisial</li>
<li>Dalam</li>
</ul>
</td>
<td>Kontak dengan bahan air atau    bahan padat.Jilatan api    kepada pakaian.</p>
<p>Jilatan langsung    kimiawi.</p>
<p>Sinar ultra    violet.</td>
<td>Blister besar dan lembab yang    ukurannya bertambah besar.Pucat bial    ditekan dengan ujung jari, bila tekanan dilepas berisi kembali.</td>
<td>Berbintik-bintik yang kurang    jelas, putih, coklat, pink, daerah merah coklat.</td>
<td>Sangat nyeri</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Ketebalan    sepenuhnya(tingkat III)</td>
<td>Kontak dengan bahan cair atau    padat.Nyala api.</p>
<p>Kimia.</p>
<p>Kontak dengan    arus listrik.</td>
<td>Kering disertai kulit mengelupas.Pembuluh darah    seperti arang terlihat dibawah kulit yang mengelupas.</p>
<p>Gelembung jarang,    dindingnya sangat tipis, tidak membesar.</p>
<p>Tidak pucat    bila ditekan.</td>
<td>Putih, kering, hitam, coklat    tua.Hitam.</p>
<p>Merah.</td>
<td>Tidak sakit, sedikit sakit.Rambut mudah    lepas bila dicabut.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol type="A">
<li><strong>Luas luka bakar</strong></li>
</ol>
<ul>Wallace membagi tubuh atas bagian 9%  atau kelipatan 9 yang terkenal dengan nama rule of nine atua rule of  wallace yaitu:</ul>
<ul>1) Kepala  dan leher    : 9%</ul>
<ul>2) Lengan  masing-masing 9%   : 18%</ul>
<ul>3) Badan  depan 18%, badan belakang 18% : 36%</ul>
<ul>4) Tungkai  maisng-masing 18%  : 36%</ul>
<ul>5) Genetalia/perineum    :  1%</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>Total :  100%</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ol type="A">
<li><strong>Berat ringannya    luka bakar</strong></li>
</ol>
<ul>Untuk mengkaji beratnya luka bakar  harus dipertimbangkan beberapa faktor antara lain :</ul>
<ul>
<li>
<ol type="1">
<li>Persentasi area    (Luasnya) luka bakar pada permukaan tubuh.</li>
<li>Kedalaman luka bakar.</li>
<li>Anatomi lokasi luka    bakar.</li>
<li>Umur klien.</li>
<li>Riwayat pengobatan    yang lalu.</li>
<li>Trauma yang menyertai    atau bersamaan.</li>
</ol>
</li>
</ul>
<ul><strong>American  college of surgeon membagi dalam:</strong></ul>
<ol type="A">
<li>Parah &#8211; critical:
<ol type="a">
<li>Tingkat II : 30%      atau lebih.</li>
<li>Tingkat III : 10%      atau lebih.</li>
<li>Tingkat III pada      tangan, kaki dan wajah.</li>
<li>Dengan adanya komplikasi      penafasan, jantung, fractura, soft tissue yang luas.</li>
</ol>
</li>
<li>Sedang &#8211; moderate:</li>
</ol>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>a)  Tingkat II  : 15 &#8211; 30%</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>b)  Tingkat III  : 1 &#8211; 10%</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ol type="A">
<li>Ringan &#8211; minor:</li>
</ol>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>a)  Tingkat II  : kurang 15%</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>b)  Tingkat III  : kurang 1%</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>Patofisiologi   (Hudak &amp; Gallo; 1997)</strong></p>
<h3><a rel="nofollow" name="0.1_graphic04"></a><strong><img src="http://mail.google.com/mail/?name=ccf32a38c42f1f28.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=11fa892604c55907" alt="Your browser may not support display of this image." width="1" height="1" /></strong></h3>
<h3><strong>Perubahan  Fisiologis Pada Luka Bakar</strong></h3>
<p><a rel="nofollow" name="0.1_table02"></a></p>
<table border="2" cellspacing="0" width="582">
<tbody>
<tr valign="top">
<td rowspan="2"><strong>Perubahan</strong></td>
<td colspan="2"><strong>Tingkatan hipovolemik</strong><strong>( s/d 48-72    jam pertama)</strong></td>
<td colspan="2"><strong>Tingkatan diuretik</strong><strong>(12 jam    &#8211; 18/24 jam pertama)</strong></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><strong>Mekanisme</strong></td>
<td><strong>Dampak dari</strong></td>
<td><strong>Mekanisme</strong></td>
<td><strong>Dampak dari</strong></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Pergeseran    cairan ekstraseluler.</td>
<td>Vaskuler ke insterstitial.</td>
<td>Hemokonsentrasi oedem pada    lokasi luka bakar.</td>
<td>Interstitial ke vaskuler.</td>
<td>Hemodilusi.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Fungsi renal.</td>
<td>Aliran darah renal berkurang    karena desakan darah turun dan CO berkurang.</td>
<td>Oliguri.</td>
<td>Peningkatan aliran darah renal    karena desakan darah meningkat.</td>
<td>Diuresis.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Kadar sodium/natrium.</td>
<td>Na<sup>+</sup> direabsorbsi    oleh ginjal, tapi kehilangan Na<sup>+</sup> melalui eksudat dan tertahan    dalam cairan oedem.</td>
<td>Defisit sodium.</td>
<td>Kehilangan Na<sup>+</sup> melalui diuresis (normal kembali setelah 1 minggu).</td>
<td>Defisit sodium.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Kadar potassium.</td>
<td>K<sup>+</sup> dilepas sebagai    akibat cidera jarinagn sel-sel darah merah, K<sup>+</sup> berkurang    ekskresi karena fungsi renal berkurang.</td>
<td>Hiperkalemi</td>
<td>K<sup>+</sup> bergerak kembali    ke dalam sel, K<sup>+</sup> terbuang melalui diuresis (mulai 4-5 hari    setelah luka bakar).</td>
<td>Hipokalemi.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Kadar protein.</td>
<td>Kehilangan protein ke dalam    jaringan akibat kenaikan permeabilitas.</td>
<td>Hipoproteinemia.</td>
<td>Kehilangan protein waktu berlangsung    terus katabolisme.</td>
<td>Hipoproteinemia.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Keseimbangan    nitrogen.</td>
<td>Katabolisme jaringan, kehilangan    protein dalam jaringan, lebih banyak kehilangan dari masukan.</td>
<td>Keseimbangan nitrogen negatif.</td>
<td>Katabolisme jaringan, kehilangan    protein, immobilitas.</td>
<td>Keseimbangan nitrogen negatif.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Keseimbnagan    asam basa.</td>
<td>Metabolisme anaerob karena perfusi jarinagn berkurang peningkatan asam dari produk akhir, fungsi renal berkurang (menyebabkan retensi produk akhir tertahan), kehilangan bikarbonas serum.</td>
<td>Asidosis metabolik.</td>
<td>Kehilangan sodium bicarbonas    melalui diuresis, hipermetabolisme disertai peningkatan produk akhir    metabolisme.</td>
<td>Asidosis metabolik.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Respon stres.</td>
<td>Terjadi karena trauma, peningkatan    produksi cortison.</td>
<td>Aliran darah renal berkurang.</td>
<td>Terjadi karena sifat cidera    berlangsung lama dan terancam psikologi pribadi.</td>
<td>Stres karena luka.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Eritrosit</td>
<td>Terjadi karena panas, pecah    menjadi fragil.</td>
<td>Luka bakar termal.</td>
<td>Tidak terjadi pada hari-hari    pertama.</td>
<td>Hemokonsentrasi.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Lambung.</td>
<td>Curling ulcer (ulkus pada    gaster), perdarahan lambung, nyeri.</td>
<td>Rangsangan central di hipotalamus    dan peingkatan jumlah cortison.</td>
<td>Akut dilatasi dan paralise    usus.</td>
<td>Peningkatan jumlah cortison.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Jantung.</td>
<td>MDF meningkat 2x lipat, merupakan    glikoprotein yang toxic yang dihasilkan oleh kulit yang terbakar.</td>
<td>Disfungsi jantung.</td>
<td>Peningkatan zat MDF (miokard    depresant factor) sampai 26 unit, bertanggung jawab terhadap syok spetic.</td>
<td>CO menurun.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3><strong>Indikasi  Rawat Inap Luka Bakar</strong></h3>
<ol type="A">
<li>Luka bakar grade    II:</li>
</ol>
<ol type="1">
<li>Dewasa &gt; 20%</li>
</ol>
<ol type="1">
<li>Anak/orang tua &gt;    15%</li>
</ol>
<ol type="A">
<li>Luka bakar grade    III.</li>
</ol>
<ol type="A">
<li>Luka bakar dengan    komplikasi: jantung, otak dll.</li>
</ol>
<h3><strong>Penatalaksanaan</strong></h3>
<ol type="A">
<li>Resusitasi A, B,    C.</li>
</ol>
<ol type="1">
<li>Pernafasan:</li>
</ol>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol type="a">
<li>Udara panas à            mukosa rusak à            oedem à            obstruksi.</li>
<li>Efek toksik dari            asap: HCN, NO<sub>2</sub>, HCL, Bensin à iritasi à Bronkhokontriksi à obstruksi à gagal nafas.</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol type="1">
<li>Sirkulasi:</li>
</ol>
<ul>gangguan permeabilitas kapiler: cairan dari intra vaskuler pindah ke ekstra vaskuler à hipovolemi relatif à syok à ATN à gagal ginjal.</ul>
<ol type="A">
<li>Infus, kateter,    CVP, oksigen, Laboratorium, kultur luka.</li>
<li>Resusitasi cairan  à     Baxter.</li>
</ol>
<ul>
<li>
<ul><span style="text-decoration:underline;">Dewasa</span> : Baxter.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>RL  4 cc x BB x % LB/24 jam.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul><span style="text-decoration:underline;">Anak</span>:  jumlah resusitasi + kebutuhan faal:</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>RL  : Dextran = 17 : 3</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>2 cc  x BB x % LB.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul><span style="text-decoration:underline;">Kebutuhan  faal:</span></ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>&lt;  1 tahun : BB x 100 cc</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>1 &#8211;  3 tahun : BB x 75 cc</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>3 &#8211;  5 tahun : BB x 50 cc</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>½ à  diberikan  8 jam pertama</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>½ à  diberikan  16 jam berikutnya.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul><strong>Hari  kedua</strong>:</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul><span style="text-decoration:underline;">Dewasa</span> :  Dextran 500 &#8211; 2000 + D5% / albumin.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul><span style="text-decoration:underline;">(  3-x) x 80 x BB gr/hr</span></ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>100</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>(Albumin  25% = gram x 4 cc) à 1 cc/mnt.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul><span style="text-decoration:underline;">Anak</span> :  Diberi sesuai kebutuhan faal.</ul>
</li>
</ul>
<ol type="A">
<li>Monitor urine dan    CVP.</li>
<li>Topikal dan tutup    luka</li>
</ol>
<ul type="disc">
<li>Cuci luka dengan    savlon : NaCl 0,9% ( 1 : 30 ) + buang jaringan nekrotik.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li>Tulle.</li>
<li>Silver sulfa diazin    tebal.</li>
<li>Tutup kassa tebal.</li>
<li>Evaluasi 5 &#8211; 7    hari, kecuali balutan kotor.</li>
</ul>
<ol type="A">
<li><em>Obat    &#8211; obatan:</em>
<ul type="disc">
<li>Antibiotika : tidak diberikan bila pasien datang      &lt; 6 jam sejak kejadian.</li>
<li>Bila perlu berikan      antibiotika sesuai dengan pola kuman dan sesuai hasil kultur.</li>
<li>Analgetik : kuat      (morfin, petidine)</li>
<li>Antasida : kalau      perlu</li>
</ul>
</li>
</ol>
<h2><strong>KONSEP  ASUHAN KEPERAWATAN</strong></h2>
<ol type="1">
<li><strong>Pengkajian</strong></li>
</ol>
<ol type="a">
<li><em> </em>Aktifitas/istirahat:</li>
</ol>
<ul>Tanda:  Penurunan kekuatan, tahanan; keterbatasan rentang  gerak pada area yang sakit; gangguan massa otot, perubahan tonus.</ul>
<ol type="a">
<li><em>Sirkulasi:</em></li>
</ol>
<ul>Tanda (dengan cedera luka bakar lebih dari 20% APTT): hipotensi (syok); penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera; vasokontriksi perifer umum dengan kehilangan nadi, kulit putih dan dingin (syok listrik); takikardia (syok/ansietas/nyeri); disritmia (syok listrik); pembentukan oedema jaringan (semua luka bakar).</ul>
<ol type="a">
<li><em>Integritas ego:</em></li>
</ol>
<ul>Gejala:  masalah tentang keluarga, pekerjaan, keuangan, kecacatan.</ul>
<ul>Tanda:  ansietas, menangis, ketergantungan, menyangkal, menarik diri, marah.</ul>
<ol type="a">
<li><em>Eliminasi:</em></li>
</ol>
<ul>Tanda: haluaran urine menurun/tak ada selama fase darurat; warna mungkin hitam kemerahan bila terjadi mioglobin, mengindikasikan kerusakan otot dalam; diuresis (setelah kebocoran kapiler dan mobilisasi cairan ke dalam sirkulasi); penurunan bising usus/tak ada; khususnya pada luka bakar kutaneus lebih besar dari 20% sebagai stres penurunan motilitas/peristaltik gastrik.</ul>
<ol type="a">
<li><em>Makanan/cairan:</em></li>
</ol>
<ul>Tanda:  oedema jaringan umum; anoreksia; mual/muntah.</ul>
<ol type="a">
<li><em>Neurosensori:</em></li>
</ol>
<ul>Gejala:  area batas; kesemutan.</ul>
<ul>Tanda: perubahan orientasi; afek, perilaku; penurunan refleks tendon dalam (RTD) pada cedera ekstremitas; aktifitas kejang (syok listrik); laserasi korneal; kerusakan retinal; penurunan ketajaman penglihatan (syok listrik); ruptur membran timpanik (syok listrik); paralisis (cedera listrik pada aliran saraf).</ul>
<ol type="a">
<li><em>Nyeri/kenyamanan:</em></li>
</ol>
<ul>Gejala: Berbagai nyeri; contoh luka bakar derajat pertama secara eksteren sensitif untuk disentuh; ditekan; gerakan udara dan perubahan suhu; luka bakar ketebalan sedang derajat kedua sangat nyeri; smentara respon pada luka bakar ketebalan derajat kedua tergantung pada keutuhan ujung saraf; luka bakar derajat tiga tidak nyeri.</ul>
<ol type="a">
<li><em>Pernafasan:</em></li>
</ol>
<ul>Gejala:  terkurung dalam ruang tertutup; terpajan lama (kemungkinan cedera inhalasi).</ul>
<ul>Tanda: serak; batuk mengii; partikel karbon dalam sputum; ketidakmampuan menelan sekresi oral dan sianosis; indikasi cedera inhalasi.</ul>
<ul>Pengembangan torak mungkin terbatas pada adanya luka bakar lingkar dada; jalan nafas atau stridor/mengii (obstruksi sehubungan dengan laringospasme, oedema laringeal); bunyi nafas: gemericik (oedema paru); stridor (oedema laringeal); sekret jalan nafas dalam (ronkhi).</ul>
<ol type="a">
<li><em>Keamanan:</em></li>
</ol>
<ul>Tanda:</ul>
<ul>Kulit umum: destruksi jaringan dalam mungkin tidak terbukti selama 3-5 hari sehubungan dengan proses trobus mikrovaskuler pada beberapa luka.</ul>
<ul>Area kulit tak terbakar mungkin dingin/lembab, pucat, dengan pengisian kapiler lambat pada adanya penurunan curah jantung sehubungan dengan kehilangan cairan/status syok.</ul>
<ul>Cedera api: terdapat area cedera campuran dalam sehubunagn dengan variase intensitas panas yang dihasilkan bekuan terbakar. Bulu hidung gosong; mukosa hidung dan mulut kering; merah; lepuh pada faring posterior;oedema lingkar mulut dan atau lingkar nasal.</ul>
<ul>Cedera  kimia: tampak luka bervariasi sesuai agen penyebab.</ul>
<ul>Kulit mungkin coklat kekuningan dengan tekstur seprti kulit samak halus; lepuh; ulkus; nekrosis; atau jarinagn parut tebal. Cedera secara mum ebih dalam dari tampaknya secara perkutan dan kerusakan jaringan dapat berlanjut sampai 72 jam setelah cedera.</ul>
<ul>Cedera listrik: cedera kutaneus eksternal biasanya lebih sedikit di bawah nekrosis. Penampilan luka bervariasi dapat meliputi luka aliran masuk/keluar (eksplosif), luka bakar dari gerakan aliran pada proksimal tubuh tertutup dan luka bakar termal sehubungan dengan pakaian terbakar.</ul>
<ul>Adanya  fraktur/dislokasi (jatuh, kecelakaan sepeda motor, kontraksi otot tetanik  sehubungan dengan syok listrik).</ul>
<ol type="a">
<li><em>Pemeriksaan    diagnostik:</em>
<ol type="1">
<li>LED: mengkaji hemokonsentrasi.</li>
<li>Elektrolit serum mendeteksi ketidakseimbangan cairan dan biokimia. Ini terutama penting untuk memeriksa kalium terdapat peningkatan dalam 24 jam pertama karena peningkatan kalium dapat menyebabkan henti jantung.</li>
<li>Gas-gas darah arteri      (GDA) dan sinar X dada mengkaji      fungsi pulmonal, khususnya pada  cedera inhalasi asap.</li>
<li>BUN dan kreatinin      mengkaji fungsi ginjal.</li>
<li>Urinalisis menunjukkan      mioglobin dan hemokromogen menandakan kerusakan otot pada luka bakar      ketebalan penuh luas.</li>
<li>Bronkoskopi membantu      memastikan cedera inhalasi asap.</li>
<li>Koagulasi memeriksa      faktor-faktor pembekuan yang      dapat menurun pada luka bakar masif.</li>
<li>Kadar karbon monoksida      serum meningkat pada cedera inhalasi asap.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol type="1">
<li><strong>Diagnosa Keperawatan</strong></li>
</ol>
<ul>Marilynn E. Doenges dalam Nursing care plans, Guidelines for planning and documenting patient care mengemukakan beberapa Diagnosa keperawatan sebagai berikut :</ul>
<ol>
<li>
<ol type="1">
<li>Resiko tinggi bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obtruksi trakeabronkial;edema mukosa dan hilangnya kerja silia. Luka bakar daerah leher; kompresi jalan nafas thorak dan dada atau keterdatasan pengembangan dada.</li>
<li>Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan Kehilangan cairan melalui rute abnormal. Peningkatan kebutuhan : status hypermetabolik, ketidak cukupan pemasukan. Kehilangan perdarahan.</li>
<li>Resiko kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan cedera inhalasi asap atau sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada atau leher.</li>
<li>Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan Pertahanan primer tidak adekuat; kerusakan perlinduingan kulit; jaringan traumatik. Pertahanan sekunder tidak adekuat; penurunan Hb, penekanan respons inflamasi.</li>
<li>Nyeri berhubungan dengan Kerusakan kulit/jaringan;      pembentukan edema. Manifulasi jaringan cidera contoh debridemen luka.</li>
<li>Resiko tinggi kerusakan perfusi jaringan, perubahan/disfungsi neurovaskuler perifer berhubungan dengan Penurunan/interupsi aliran darah arterial/vena, contoh luka bakar seputar ekstremitas dengan edema.</li>
<li>Perubahan nutrisi : Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status hipermetabolik (sebanyak 50 % &#8211; 60% lebih besar dari proporsi normal pada cedera berat) atau katabolisme protein.</li>
<li>Kerusakan mobilitas      fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskuler, nyeri/tak nyaman, penurunan      kekuatan dan tahanan.</li>
<li>Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan Trauma : kerusakan permukaan kulit karena destruksi lapisan kulit (parsial/luka bakar dalam).</li>
<li>Gangguan citra tubuh (penampilan peran) berhubungan dengan krisis situasi; kejadian traumatik peran klien tergantung, kecacatan dan nyeri.</li>
<li>Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan Salah interpretasi informasi Tidak mengenal sumber informasi.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>Rencana  Intervensi </strong></p>
<p><a rel="nofollow" name="0.1_table03"></a></p>
<table border="2" cellspacing="0" width="553">
<tbody>
<tr valign="top">
<td rowspan="2" height="26"><strong>Diagnosa Keperawatan</strong></td>
<td colspan="3"><strong>Rencana Keperawatan</strong></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="26"><strong>Tujuan    dan Kriteria Hasil</strong></td>
<td><strong>Intervensi</strong></td>
<td><strong>Rasional</strong></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="26">Resiko bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan  obstruksi trakheobronkhial; oedema mukosa; kompressi jalan nafas .</td>
<td>Bersihan jalan nafas tetap    efektif.Kriteria Hasil    : Bunyi nafas vesikuler, RR dalam batas normal, bebas dispnoe/cyanosis.</td>
<td>Kaji refleks gangguan/menelan;    perhatikan pengaliran air liur, ketidakmampuan menelan, serak, batuk    mengi.Awasi frekuensi, irama, kedalaman pernafasan ; perhatikan adanya pucat/sianosis dan sputum mengandung karbon atau merah muda.</p>
<p>Auskultasi    paru, perhatikan stridor, mengi/gemericik, penurunan bunyi nafas, batuk    rejan.</p>
<p>Perhatikan    adanya pucat atau warna buah ceri merah pada kulit yang cidera</p>
<p>Tinggikan kepala    tempat tidur. Hindari penggunaan bantal di bawah kepala, sesuai indikasi</p>
<p>Dorong batuk/latihan    nafas dalam dan perubahan posisi sering.</p>
<p>Hisapan (bila    perlu) pada perawatan ekstrem, pertahankan teknik steril.</p>
<p>Tingkatkan    istirahat suara tetapi kaji kemampuan untuk bicara dan/atau menelan    sekret oral secara periodik.</p>
<p>Selidiki perubahan    perilaku/mental contoh gelisah, agitasi, kacau mental.</p>
<p>Awasi 24 jam    keseimbngan cairan, perhatikan variasi/perubahan.</p>
<p>Lakukan program    kolaborasi meliputi :</p>
<p>Berikan pelembab    O<sub>2</sub> melalui cara yang tepat, contoh masker wajah</p>
<p>Awasi/gambaran    seri GDA</p>
<p>Kaji ulang    seri rontgen</p>
<p>Berikan/bantu    fisioterapi dada/spirometri intensif.</p>
<p>Siapkan/bantu    intubasi atau trakeostomi sesuai indikasi.</td>
<td>Dugaan cedera inhalasiTakipnea, penggunaan otot bantu, sianosis dan perubahan sputum menunjukkan terjadi distress pernafasan/edema paru dan kebutuhan intervensi medik.</p>
<p>Obstruksi jalan    nafas/distres pernafasan dapat terjadi sangat cepat atau lambat contoh    sampai 48 jam setelah terbakar.</p>
<p>Dugaan adanya    hipoksemia atau karbon monoksida.</p>
<p>Meningkatkan ekspansi paru optimal/fungsi pernafasan. Bilakepala/leher terbakar, bantal dapat menghambat pernafasan, menyebabkan nekrosis pada kartilago telinga yang terbakar dan meningkatkan konstriktur leher.</p>
<p>Meningkatkan    ekspansi paru, memobilisasi dan drainase sekret.</p>
<p>Membantu mempertahankan jalan nafas bersih, tetapi harus dilakukan kewaspadaan karena edema mukosa dan inflamasi. Teknik steril menurunkan risiko infeksi.</p>
<p>Peningkatan sekret/penurunan kemampuan untuk menelan menunjukkan peningkatan edema trakeal dan dapat mengindikasikan kebutuhan untuk intubasi.</p>
<p>Meskipun sering    berhubungan dengan nyeri, perubahan kesadaran dapat menunjukkan terjadinya/memburuknya    hipoksia.</p>
<p>Perpindahan    cairan atau kelebihan penggantian cairan meningkatkan risiko edema paru. <em> Catatan</em> : Cedera inhalasi meningkatkan kebutuhan cairan sebanyak    35% atau lebih karena edema.</p>
<p>O<sub>2</sub> memperbaiki hipoksemia/asidosis. Pelembaban menurunkan pengeringan saluran    pernafasan dan menurunkan viskositas sputum.</p>
<p>Data dasar    penting untuk pengkajian lanjut status pernafasan dan pedoman untuk    pengobatan. PaO<sub>2</sub> kurang dari 50, PaCO<sub>2</sub> lebih besar    dari 50 dan penurunan pH menunjukkan inhalasi asap dan terjadinya pneumonia/SDPD.</p>
<p>Perubahan menunjukkan    atelektasis/edema paru tak dapat terjadi selama 2 &#8211; 3 hari setelah    terbakar</p>
<p>Fisioterapi dada mengalirkan area dependen paru, sementara spirometri intensif dilakukan untuk memperbaiki ekspansi paru, sehingga meningkatkan fungsi pernafasan dan menurunkan atelektasis.</p>
<p>Intubasi/dukungan    mekanikal dibutuhkan bila jalan nafas edema atau luka bakar mempengaruhi    fungsi paru/oksegenasi.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="26">Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan Kehilangan cairan melalui rute abnormal. Peningkatan kebutuhan : status hypermetabolik, ketidak cukupan pemasukan. Kehilangan perdarahan.</td>
<td>Pasien dapat mendemostrasikan    status cairan dan biokimia membaik.Kriteria evaluasi: tak ada manifestasi dehidrasi, resolusi oedema, elektrolit serum dalam batas normal, haluaran urine di atas 30 ml/jam.</td>
<td>Awasi tanda vital, CVP. Perhatikan    kapiler dan kekuatan nadi perifer.Awasi pengeluaran    urine dan berat jenisnya. Observasi warna urine dan hemates sesuai indikasi.</p>
<p>Perkirakan    drainase luka dan kehilangan yang tampak</p>
<p>Timbang berat    badan setiap hari</p>
<p>Ukur lingkar    ekstremitas yang terbakar tiap hari sesuai indikasi</p>
<p>Selidiki perubahan    mental</p>
<p>Observasi distensi    abdomen,hematomesis,feces hitam.</p>
<p>Hemates drainase    NG dan feces secara periodik.</p>
<p>Lakukan program    kolaborasi meliputi :</p>
<p>Pasang / pertahankan    kateter urine</p>
<p>Pasang/ pertahankan    ukuran kateter IV.</p>
<p>Berikan penggantian    cairan IV yang dihitung, elektrolit, plasma, albumin.</p>
<p>Awasi hasil    pemeriksaan laboratorium ( Hb, elektrolit, natrium ).</p>
<p>Berikan obat    sesuai idikasi :</p>
<ul type="disc">
<li>Diuretika contohnya      Manitol (Osmitrol)</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li>Kalium</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li>Antasida</li>
</ul>
<p>Pantau:</p>
<ul type="disc">
<li>Tanda-tanda vital setiap jam selama periode darurat, setiap 2 jam selama periode akut, dan setiap 4 jam selama periode rehabilitasi.</li>
<li>Warna urine.</li>
<li>Masukan dan haluaran setiap jam selama periode darurat, setiap 4 jam selama periode akut, setiap 8 jam selama periode rehabilitasi.</li>
<li>Hasil-hasil JDL      dan laporan elektrolit.</li>
<li>Berat badan setiap      hari.</li>
<li>CVP (tekanan vena      sentral) setiap jam bial diperlukan.</li>
<li>Status umum setiap      8 jam.</li>
</ul>
<p>Pada penerimaan    rumah sakit, lepaskan semua pakaian dan perhiasan dari area luka bakar.</p>
<p>Mulai terapi IV yang ditentukan dengan jarum lubang besar (18G), lebih disukai melalui kulit yang telah terluka bakar. Bila pasien menaglami luka bakar luas dan menunjukkan gejala-gejala syok hipovolemik, bantu dokter dengan pemasangan kateter vena sentral untuk pemantauan CVP.</p>
<p>Beritahu dokter bila: haluaran urine &lt; 30 ml/jam, haus, takikardia, CVP &lt; 6 mmHg, bikarbonat serum di bawah rentang normal, gelisah, TD di bawah rentang normal, urine gelap atau encer gelap.</p>
<p>Konsultasi    doketr bila manifestasi kelebihan cairan terjadi.</p>
<p>Tes guaiak    muntahan warna kopi atau feses ter hitam. Laporkan temuan-temuan positif.</p>
<p>Berikan antasida    yag diresepkan atau antagonis reseptor histamin seperti simetidin</td>
<td>Memberikan pedoman untuk penggantian    cairan dan mengkaji respon kardiovaskuler.Penggantian cairan dititrasi untuk meyakinkan rata-2 pengeluaran urine 30-50 cc/jam pada orang dewasa. Urine berwarna merah pada kerusakan otot masif karena adanyadarah dan keluarnya mioglobin.</p>
<p>Peningkatan permeabilitas kapiler, perpindahan protein, proses inflamasi dan kehilangan cairan melalui evaporasi mempengaruhi volume sirkulasi dan pengeluaran urine.</p>
<p>Penggantian    cairan tergantung pada berat badan pertama dan perubahan selanjutnya</p>
<p>Memperkirakan    luasnya oedema/perpindahan cairan yang mempengaruhi volume sirkulasi    dan pengeluaran urine.</p>
<p>Penyimpangan    pada tingkat kesadaran dapat mengindikasikan ketidak adequatnya volume    sirkulasi/penurunan perfusi serebral</p>
<p>Stres (Curling) ulcus terjadi pada setengah dari semua pasien yang luka bakar berat(dapat terjadi pada awal minggu pertama).</p>
<p>Observasi ketat    fungsi ginjal dan mencegah stasis atau refleks urine.</p>
<p>Memungkinkan    infus cairan cepat.</p>
<p>Resusitasi    cairan menggantikan kehilangan cairan/elektrolit dan membantu mencegah    komplikasi.</p>
<p>Mengidentifikasi    kehilangan darah/kerusakan SDM dan kebutuhan penggantian  cairan    dan elektrolit.</p>
<p>Meningkatkan    pengeluaran urine dan membersihkan tubulus dari debris /mencegah nekrosis.</p>
<p>Penggantian    lanjut karena kehilangan urine dalam jumlah besar</p>
<p>Menurunkan keasaman gastrik sedangkan inhibitor histamin menurunkan produksi asam hidroklorida untuk menurunkan produksi asam hidroklorida untuk menurunkan iritasi gaster.</p>
<p>Mengidentifikasi penyimpangan indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan. Periode darurat (awal 48 jam pasca luka bakar) adalah periode kritis yang ditandai oleh hipovolemia yang mencetuskan individu pada perfusi ginjal dan jarinagn tak adekuat.</p>
<p>Inspeksi adekuat    dari luka bakar.</p>
<p>Penggantian cairan cepat penting untuk mencegah gagal ginjal. Kehilangan cairan bermakna terjadi melalui jarinagn yang terbakar dengan luka bakar luas. Pengukuran tekanan vena sentral memberikan data tentang status volume cairan intravaskular.</p>
<p>Temuan-temuan ini mennadakan hipovolemia dan perlunya peningkatan cairan. Pada lka bakar luas, perpindahan cairan dari ruang intravaskular ke ruang interstitial menimbukan hipovolemi.</p>
<p>Pasien rentan pada kelebihan beban volume intravaskular selama periode pemulihan bila perpindahan cairan dari kompartemen interstitial pada kompartemen intravaskuler.</p>
<p>Temuan-temuan    guaiak positif ennandakan adanya perdarahan GI. Perdarahan GI menandakan    adaya stres ulkus (Curling’s).</p>
<p>Mencegah perdarahan GI. Luka bakar luas mencetuskan pasien pada ulkus stres yang disebabkan peningkatan sekresi hormon-hormon adrenal dan asam HCl oleh lambung.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="26">Resiko kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan cedera inhalasi asap atau sindrom kompartemen torakal sekunder terhadap luka bakar sirkumfisial dari dada atau leher.</td>
<td>Pasien dapat mendemonstrasikan    oksigenasi adekuat.Kriteroia evaluasi: RR 12-24 x/mnt, warna kulit normal, GDA dalam renatng normal, bunyi nafas bersih, tak ada kesulitan bernafas.</td>
<td>Pantau laporan GDA dan kadar    karbon monoksida serum.Beriakan suplemen oksigen pada tingkat yang ditentukan. Pasang atau bantu dengan selang endotrakeal dan temaptkan pasien pada ventilator mekanis sesuai pesanan bila terjadi insufisiensi pernafasan (dibuktikan dnegna hipoksia, hiperkapnia, rales, takipnea dan perubahan sensorium).</p>
<p>Anjurkan pernafasan    dalam dengan penggunaan spirometri insentif setiap 2 jam selama tirah    baring.</p>
<p>Pertahankan    posisi semi fowler, bila hipotensi tak ada.</p>
<p>Untuk luka bakar sekitar torakal, beritahu dokter bila terjadi dispnea disertai dengan takipnea. Siapkan pasien untuk pembedahan eskarotomi sesuai pesanan.</td>
<td>Mengidentifikasi kemajuan dan penyimpangan dari hasil yang diharapkan. Inhalasi asap dapat merusak alveoli, mempengaruhi pertukaran gas pada membran kapiler alveoli.Suplemen oksigen meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia untuk jaringan. Ventilasi mekanik diperlukan untuk pernafasan dukungan sampai pasie dapat dilakukan secara mandiri.</p>
<p>Pernafasan    dalam mengembangkan alveoli, menurunkan resiko atelektasis.</p>
<p>Memudahkan    ventilasi dengan menurunkan tekanan abdomen terhadap diafragma.</p>
<p>Luka bakar    sekitar torakal dapat membatasi ekspansi adda. Mengupas kulit (eskarotomi)    memungkinkan ekspansi dada.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="26">Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan Pertahanan primer tidak adekuat; kerusakan perlinduingan kulit; jaringan traumatik. Pertahanan sekunder tidak adekuat; penurunan Hb, penekanan respons inflamasi</td>
<td>Pasien bebas dari infeksi.Kriteria evaluasi:    tak ada demam, pembentukan jaringan granulasi baik.</td>
<td>Pantau:</p>
<ul type="disc">
<li>Penampilan luka bakar (area luka bakar, sisi donor dan status balutan di atas sisi tandur bial tandur kulit dilakukan) setiap 8 jam.</li>
<li>Suhu setiap 4 jam.</li>
<li>Jumlah makanan yang      dikonsumsi setiap kali makan.</li>
</ul>
<p>Bersihkan area luka bakar setiap hari dan lepaskan jarinagn nekrotik (debridemen) sesuai pesanan. Berikan mandi kolam sesuai pesanan, implementasikan perawatan yang ditentukan untuk sisi donor, yang dapat ditutup dengan balutan vaseline atau op site.</p>
<p>Lepaskan krim lama dari luka sebelum pemberian krim baru. Gunakan sarung tangan steril dan beriakn krim antibiotika topikal yang diresepkan pada area luka bakar dengan ujung jari. Berikan krim secara menyeluruh di atas luka.</p>
<p>Beritahu dokter bila demam drainase purulen atau bau busuk dari area luka bakar, sisi donor atau balutan sisi tandur. Dapatkan kultur luka dan berikan antibiotika IV sesuai ketentuan.</p>
<p>Tempatkan pasien pada ruangan khusus dan lakukan kewaspadaan untuk luka bakar luas yang mengenai area luas tubuh. Gunakan linen tempat tidur steril, handuk dan skort untuk pasien. Gunakan skort steril, sarung tangan dan penutup kepala dengan masker bila memberikan perawatan pada pasien. Tempatkan radio atau televisis pada ruangan pasien untuk menghilangkan kebosanan.</p>
<p>Bila riwayat    imunisasi tak adekuat, berikan globulin imun tetanus manusia (hyper-tet)    sesuai pesanan.</p>
<p>Mulai rujukan pada ahli diet, beriakn protein tinggi, diet tinggi kalori. Berikan suplemen nutrisi seperti ensure atau sustacal dengan atau antara makan bila masukan makanan kurang dari 50%. Anjurkan NPT atau makanan enteral bial pasien tak dapat makan per oral.</td>
<td>Mengidentifikasi    indikasi-indikasi kemajuan atau penyimapngan dari hasil yang diharapkan.Pembersihan    dan pelepasan jaringan nekrotik meningkatkan pembentukan granulasi.</p>
<p>Antimikroba topikal membantu mencegah infeksi. Mengikuti prinsip aseptik melindungi pasien dari infeksi. Kulit yang gundul menjadi media yang baik untuk kultur pertumbuhan baketri.</p>
<p>Temuan-temuan ini mennadakan infeksi. Kultur membantu mengidentifikasi patogen penyebab sehingga terapi antibiotika yang tepat dapat diresepkan. Karena balutan siis tandur hanya diganti setiap 5-10 hari, sisi ini memberiakn media kultur untuk pertumbuhan bakteri.</p>
<p>Kulit adalah lapisan pertama tubuh untuk pertahanan terhadap infeksi. Teknik steril dan tindakan perawatan perlindungan lainmelindungi pasien terhadap infeksi. Kurangnya berbagai rangsang ekstrenal dan kebebasan bergerak mencetuskan pasien pada kebosanan.</p>
<p>Melindungi    terhadap tetanus.</p>
<p>Ahli diet adalah spesialis nutrisi yang dapat mengevaluasi paling baik status nutrisi pasien dan merencanakan diet untuk emmenuhi kebuuthan nutrisi penderita. Nutrisi adekuat memabntu penyembuhan luka dan memenuhi kebutuhan energi.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="26">Nyeri    berhubungan dengan Kerusakan kulit/jaringan; pembentukan edema. Manipulasi    jaringan cidera contoh debridemen luka.</td>
<td>Pasien dapat mendemonstrasikan    hilang dari ketidaknyamanan.Kriteria evaluasi:    menyangkal nyeri, melaporkan perasaan nyaman, ekspresi wajah dan postur    tubuh rileks.</td>
<td>Berikan anlgesik narkotik yang diresepkan prn dan sedikitnya 30 menit sebelum prosedur perawatan luka. Evaluasi keefektifannya. Anjurkan analgesik IV bila luka bakar luas.Pertahankan    pintu kamar tertutup, tingkatkan suhu ruangan dan berikan selimut ekstra    untuk memberikan kehangatan.</p>
<p>Berikan ayunan    di atas temapt tidur bila diperlukan.</p>
<p>Bantu dengan pengubahan posisi setiap 2 jam bila diperlukan. Dapatkan bantuan tambahan sesuai kebutuhan, khususnya bila pasien tak dapat membantu membalikkan badan sendiri.</td>
<td>Analgesik narkotik diperlukan utnuk memblok jaras nyeri dengan nyeri berat. Absorpsi obat IM buruk pada pasien dengan luka bakar luas yang disebabkan oleh perpindahan interstitial berkenaan dnegan peningkatan permeabilitas kapiler.Panas dan air hilang melalui jaringan luka bakar, menyebabkan hipoetrmia. Tindakan eksternal ini membantu menghemat kehilangan panas.</p>
<p>Menururnkan neyri dengan mempertahankan berat badan jauh dari linen temapat tidur terhadap luka dan menuurnkan pemajanan ujung saraf pada aliran udara.</p>
<p>Menghilangkan tekanan pada tonjolan tulang dependen. Dukungan adekuat pada luka bakar selama gerakan membantu meinimalkan ketidaknyamanan.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="26">Resiko tinggi kerusakan perfusi jaringan, perubahan/disfungsi neurovaskuler perifer berhubungan dengan Penurunan/interupsi aliran darah arterial/vena, contoh luka bakar seputar ekstremitas dengan edema.</td>
<td>Pasien menunjukkan sirkulasi    tetap adekuat.Kriteria evaluasi:    warna kulit normal, menyangkal kebas dan kesemutan, nadi perifer dapat    diraba.</td>
<td>Untuk luka bakar yang mengitari ekstermitas atau luka bakar listrik, pantau status neurovaskular dari ekstermitas setaip 2 jam.Pertahankan    ekstermitas bengkak ditinggikan.</p>
<p>Beritahu dokter dengan segera bila terjadi nadi berkurang, pengisian kapiler buruk, atau penurunan sensasi. Siapkan untuk pembedahan eskarotomi sesuai pesanan.</td>
<td>Mengidentifikasi indikasi-indikasi    kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan.Meningkatkan    aliran balik vena dan menurunkan pembengkakan.</p>
<p>Temuan-temuan ini menandakan keruskana sirkualsi distal. Dokter dapat mengkaji tekanan jaringan untuk emnentukan kebutuhan terhadap intervensi bedah. Eskarotomi (mengikis pada eskar) atau fasiotomi mungkin diperlukan untuk memperbaiki sirkulasi adekuat.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="26">Kerusakan    integritas kulit b/d kerusakan permukaan kulit sekunder destruksi lapisan    kulit.</td>
<td>Memumjukkan regenerasi jaringanKriteria hasil:    Mencapai penyembuhan tepat waktu pada area luka bakar.</td>
<td>Kaji/catat ukuran, warna,    kedalaman luka, perhatikan jaringan nekrotik dan kondisi sekitar luka.Lakukan perawatan    luka bakar yang tepat dan tindakan kontrol infeksi.</p>
<p>Pertahankan    penutupan luka sesuai indikasi.</p>
<p>Tinggikan area    graft bila mungkin/tepat. Pertahankan posisi yang diinginkan dan imobilisasi    area bila diindikasikan.</p>
<p>Pertahankan    balutan diatas area graft baru dan/atau sisi donor sesuai indikasi.</p>
<p>Cuci sisi dengan sabun ringan, cuci, dan minyaki dengan krim, beberapa waktu dalam sehari, setelah balutan dilepas dan penyembuhan selesai.</p>
<p>Lakukan program    kolaborasi :</p>
<p>- Siapkan /    bantu prosedur bedah/balutan biologis.</td>
<td>Memberikan informasi dasar    tentang kebutuhan penanaman kulit dan kemungkinan petunjuk tentang sirkulasi    pada aera graft.Menyiapkan    jaringan untuk penanaman dan menurunkan resiko infeksi/kegagalan kulit.</p>
<p>Kain nilon/membran silikon mengandung kolagen porcine peptida yang melekat pada permukaan luka sampai lepasnya atau mengelupas secara spontan kulit repitelisasi.</p>
<p>Menurunkan pembengkakan /membatasi resiko pemisahan graft. Gerakan jaringan dibawah graft dapat mengubah posisi yang mempengaruhi penyembuhan optimal.</p>
<p>Area mungkin    ditutupi oleh bahan dengan permukaan tembus pandang tak reaktif.</p>
<p>Kulit graft    baru dan sisi donor yang sembuh memerlukan perawatan khusus untuk mempertahankan    kelenturan.</p>
<p>Graft kulit diambil dari kulit orang itu sendiri/orang lain untuk penutupan sementara pada luka bakar luas sampai kulit orang itu siap ditanam.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="center"><strong>Daftar pustaka</strong></p>
<ul>
<li>
<ul>Brunner  and suddart. (1988). <strong>Textbook of Medical Surgical Nursing</strong>. Sixth  Edition. J.B. Lippincott Campany. Philadelpia. Hal. 1293 &#8211; 1328.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Carolyn,  M.H. et. al. (1990). <strong>Critical Care Nursing</strong>. Fifth Edition. J.B.  Lippincott Campany. Philadelpia. Hal. 752 &#8211; 779.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Carpenito,J,L.  (1999). <strong>Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan</strong>. Edisi 2 (terjemahan).  PT EGC. Jakarta.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Djohansjah,  M. (1991). <strong>Pengelolaan Luka Bakar</strong>. Airlangga University Press.  Surabaya.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Doenges  M.E. (1989). <strong>Nursing Care Plan</strong>. Guidlines for Planning Patient  Care (2 nd ed ). F.A. Davis Company. Philadelpia.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Donna  D.Ignatavicius dan Michael, J. Bayne. (1991). <strong>Medical Surgical Nursing.  A Nursing Process Approach</strong>. W. B. Saunders Company. Philadelphia.  Hal. 357 &#8211; 401.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Engram,  Barbara. (1998). <strong>Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah</strong>. volume  2, (terjemahan). Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Goodner,  Brenda &amp; Roth, S.L. (1995). <strong>Panduan Tindakan Keperawatan Klinik  Praktis</strong>. Alih bahasa Ni Luh G. Yasmin Asih. PT EGC. Jakarta.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Guyton  &amp; Hall. (1997). <strong>Buku Ajar Fisiologi Kedokteran</strong>. Edisi 9.  Penerbit Buku Kedoketran EGC. Jakarta</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Hudak  &amp; Gallo. (1997). <strong>Keperawatan Kritis: Pendekatan Holistik</strong>.  Volume I. Penerbit Buku Kedoketran EGC. Jakarta.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Long,  Barbara C. (1996). <strong>Perawatan Medikal Bedah</strong>. Volume I. (terjemahan).  Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran. Bandung.</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>Marylin  E. Doenges. (2000). <strong>Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan  dan Pendokumentasian Perawatan Pasien</strong><em> </em> Edisi 3. Penerbit Buku Kedoketran EGC. Jakarta.</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanikamioji.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanikamioji.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanikamioji.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanikamioji.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanikamioji.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanikamioji.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanikamioji.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanikamioji.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanikamioji.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanikamioji.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanikamioji.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanikamioji.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanikamioji.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanikamioji.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanikamioji.wordpress.com&amp;blog=7443268&amp;post=36&amp;subd=hanikamioji&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanikamioji.wordpress.com/2009/04/23/askep-luka-bakar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf8eed07e35e9c9bf3fff0b4c40aa043?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanikamioji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=ccf32a38c42f1f28.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=11fa892604c55907" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
